Hargai Waktu dan Tak Mudah Menyerah, Alexander Jadi Wisudawan Terbaik S2 Sekolah Pascasarjana

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Desain: Feri Fenoria Rifai

UNAIR NEWS – Alexander Patera Nugraha patut berbangga karena berhasil meraih gelar wisuda terbaik. Mahasiswa jurusan  Imunologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga tersebut berhasil menorehkan IPK sebesar 3,86.

Dalam tugas akhirnya, Alexander mengangkat thesis berjudul “Akselerasi Diferensiasi Osteogenik Gingival Mesenchymal Stem Cells dengan Plasma Rich Fibrin untuk Ekspansi Tulang Maksila (Studi In Vitro).”   Sebagai dokter gigi, Alexander merasa terpanggil untuk mengembangkan sel punca yang berasal dari rongga mulut. Yang mana, dirinya berharap kelak dapat diaplikasikan untuk perawatan gigi dan mulut.

“Itu tujuan utama saya, mengingat masih banyak permasalahan pada gigi dan mulut yang selama ini masih belum dapat dituntaskan,” tutur alumnus SMAK St. Louis 1 Surabaya.

Dalam studinya, Alexander mampu mencapai target satu tahun. Target tersebut merupakan target yang telah ditetapkan oleh Program Menuju Doktor Sarjana Unggul (PMDSU) Fast-Track Program oleh Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEKDIKTI).

“Hal itu dikarenakan saya termasuk Awardee PMDSU batch III 2017. Maka harus selesai lebih cepat,” jelasnya.

Meski kuliah dalam waktu singkat, berbagai prestasi pun juga mampu disabet Alexander, bahkan pada tahun 2017 ia berhasil menjadi 4rd best IADR –SEA Unilever Hatton Divisional Award Senior Category, Taipei, Taiwan.

“Tahun ini saya berhasil meraih best poster research at 7th Hiroshima Conference on Education and Science di Dentistry, Hiroshima, Japan.”

Tak mulus, semasa kuliah Alexander harus berjuang membagi waktu. Namun, rasa syukur terus dilantunkan Alexander dalam menyelesaikan studinya.  Saat ini, Alexander bekerja sebagai asisten dosen Department Ortodonsia di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR. Ia juga membuka praktik pribadi dokter gigi. Di samping itu, ia juga menjadi bagian dari Staf Junior di Klinik Bantuan Publikasi Internasional SCOPUS FKG UNAIR, dan part-time peneliti di Stem Cell Research and Development Center.

“Saya berencana untuk menempuh studi S3 Ilmu kedokteran FK UNAIR dengan target 3 tahun,” tambahnya.

Alexander selalu menekankan agar pandai dalam mengatur waktu. Karena waktu adalah hal yang paling berharga yang tidak mungkin terulang kembali.

“Hargailah waktu dan tetap tangguh, pantang menyerah walaupun hambatan menghadang,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rolista Dwi Oktavia

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu