IBU-ibu PKK Kelurahan Pacarkembang mempersiapakan tanaman hidroponik dalam program pengabdian masayarakat dosen Fakultas Keerawatan Universitas Airlangg. (Foto: Fariz Ilham R.)
IBU-ibu PKK Kelurahan Pacarkembang mempersiapakan tanaman hidroponik dalam program pengabdian masayarakat dosen Fakultas Keerawatan Universitas Airlangg. (Foto: Fariz Ilham R.)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Pengembangan gerakan pertanian perkotaan, khususnya di Surabaya, masih perlu ditingkatkan. Salah satunya melalui Urban Farming. Hal itu dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat lewat tanaman keluarga. Dr. Hanik Endang Nihayati, S.Kep, Ns, M.Kep, Dosen Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga, memberikan paparan mengenai kegiatan Urban Farming di RW 5 Kelurahan Pacar Kembang pada Minggu (9/9).

Kegiatan tersebut bertajuk ”Pengembangan Urban Farming bagi Kelompok PKK untuk Kelurahan Pacar Kembang Yang Hijau” yang dipelopori Departemen Kesehatan Jiwa dan Komunitas FKp UNAIR. Diikuti anggota PKK sejumlah 50 orang yang terdiri perwakilan 2–3 orang dari 20 RT setempat.

Urban Farming adalah konsep yang memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan yang sempit dengan mengembangkan tanaman yang diprediksi dapat menjadi solusi dan penguatan ketahanan pangan. Urban Farming menjadi solusi penyediaan pangan sehat dan gaya hidup warga kota Surabaya.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka pengabdian masyarakat. Juga, dikembangkan melalui PKK agar dapat menularkan ilmu kepada anggota keluarga lain, terutama kepada anak-anak.

Dilakukan sejak April, kegiatan itu meliputi sosialisasi, uji coba, pelaksanaan, evaluasi, dan panen raya. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan pelatihan anggota PKK agar mau menanam. Salah satunya dengan sistem hidroponik. Yakni, jenis budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Cara lainnya adalah menanam di pot-pot dari barang bekas seperti kaleng, botol, dan bak (timba). Anggota PKK merasa bahagia karena ketika menanam dibarengi dengan yel-yel, menyanyi dan berjoget bersama.

Atas pelaksanaan kegiatan tersebut, Dr. Hanik berharap gerakan tersebut mampu meningkatkan kemandirian sekaligus kesejahteraan masyarakat. Khususnya setiap keluarga mampu menghadirkan gizi makanan lewat tanaman di rumah. Dampak terbesarnya adalah lingkungan hijau dan asri.

”Selain itu, menjadikan Kelurahan Pacar Kembang sebagai Ikon Urban Farming di Surabaya,” ujarnya.

”Pada 2016, Kampung Pacar Kembang mendapat penghargaan Green And Clean Kategori pemula Se-Surabaya. Pada 2017, dari lomba yang sama mendapat kategori terinovatif berkembang. Dan diharapkan pada 2018 mengdapatkan kategori maju,” imbuhnya. (*)

Penulis: Faris Ilham R

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone