unair birmingham
ANGGOTA delegasi Universitas Airlangga, Prof. Retna Apsari (tengah berbatik) diantara peserta ”Workshop Photonics for Medical Diagnostics” yang dilaksanakan di Aston University, Birmingham, United Kingdom (UK), 7-8 September 2018 kemarin. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Delegasi Universitas Airlangga ambil bagian dalam Workshop Photonics for Medical Diagnostics” yang dilaksanakan di Aston University, Birmingham, United Kingdom (UK), pada tanggal 7-8 September 2018. Delegasi Universitas Airlangga yang hadir pada kegiatan ilmiah internasional itu Prof. Dr. Moh. Yasin, M.Si sebagai speaker, Prof. Dr. Retna Apsari, M.Si sebagai presenter, dan Andy Hamim Zaidan, M,Si, PhD., sebagai delegasi. Ketiganya dari Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Materi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Moh. Yasin berjudul ”Fiber Optic Sensor for Hearth Rate Measurement”. Kemudian materi dengan judul In vitro Cancer Cells Inactivation using Gold Nano rods Mediated Photo thermal Effect disampaikan oleh Prof. Dr. Retna Apsari, yang sehari-hari aktif sebagai Wakil Dekan I Fakultas Vokasi UNAIR.

unair birmingham
ANGGOTA delegasi Universitas Airlangga, Prof. Moh Yasin ketika sedang mempresentasikan hasil penelitiannya dalam ”Workshop Photonics for Medical Diagnostics” di Aston University, Birmingham, United Kingdom, 7-8 September 2018 kemarin. (Foto: Istimewa)

Kedua hasil yang dipresentasikan tersebut sebagai salah satu output penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Penelitian Hibah Kompetensi yang mendapatkan pendanaan dari Kemenristek Dikti.  Kehadiran delegasi juga melakukan diskusi terkait dengan hasil penelitian lanjutan Newton Institusional Link hasil kolaborasi Aston UK dan Universitas Ailrangga, serta berkolaborasi dengan Universiti Malaya Malaysia.

Workshop tersebut juga dihadiri oleh pakar dan praktisi industri di area fotonika dan biofotonika dari berbagai Negara, yaitu UK, Nigeria, USA, Jepang, Malaysia, Indonesia, Rusia, Jerman, Ceko, Serbia, Nepal, China dan India. Aston University mempunyai pusat unggulan fotonika yang menjadi rujukan di UK, yaitu Aston Institute of Photonic Technologies (AIPT).

Daya magnet tersebut yang dipilih oleh delegasi UNAIR untuk mengembangkan sayap internasionalisasi dan peningkatan academic peerlist. Link yang dibangun dari hasil kegiatan ini sangat berharga untuk kemajuan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) serta Fakultas Vokasi (FV) UNAIR yang memiliki Departemen Kesehatan sebagai ujung tombak aplikasi diagnosis dan terapi medis.

Selain yang telah dijelaskan di atas, tujuan utama delagasi UNAIR ambil bagian dalam workshop tingkat internasional ini yaitu untuk mengembangkan link kerjasama dan pencerahan terkait dengan perkembangan terbaru bidang fotonika untuk aplikasi medis dengan berinteraksi langsung dengan para pakar di bidang sensor optika, spektroskopi fiber optika, biofotonika, optical imaging, spektroskopi laser, fotoakustik imaging, ablasi laser, spektroskopi raman, imaging fotoakustik dan 3D Printer, endoscopy laser, Gold Nano rods, fluorosence spektroskopi, dan sensor nanofotonika.

unair birmingham
TIGA delegasi Universitas Airlangga pada ”Workshop Photonics for Medical Diagnostics” di Aston University, Birmingham. Dari kiri, Prof. Moh Yasin, Prof. Retna Apsari, dan Andy Hamim Zaidan, M,Si, PhD. (Foto: Istimewa)

Fisika dan Fotonika memang indah dan menakjubkan, sehingga fenomenanya dapat diaplikasikan untuk diagnosis medis, seperti dibahas tuntas pada Worksop Photonics for  Medical Diagnostics di Aston University tersebut. Indonesia pasti bisa. (*)

Ditulis oleh: Retna Apsari, dari Aston University, UK.

Editor : Bambang Bes.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone