Desain: Feri Fenoria Rifai
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Ahmad Dzulfikri Nurhan berhasil mencatatkan diri menjadi wisudawan berprestasi Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga setelah pencapainnya semasa kuliah. Meski disibukkan dengan kegiatan organisasi, ketua BEM FF tahun 2016-2017 ini aktif mengikuti kompetisi baik regional maupun nasional.

Ahmad mengutarakan, ada kompetisi yang unik baginya yakni kompetisi esai bertema ‘Arah Gerak Mahasiswa Pascareformasi 1998’. Dikatakan unik karena sebelumnya ia belum pernah terjun dalam kepenulisan bidang sosial politik. Kompetisi yang berbeda ranah keilmuan dengan fokus program studi yang ia emban.

Alhamdulillah, dalam ranah yang berbeda dengan fokus studi, saya bisa belajar untuk menelisik lebih dalam sejarah tentang pergerakan mahasiswa. Dari perjuangan itulah saya ditetapkan menjadi juara III,” ujar alumnus S1 Pendidikan Apoteker itu.

Selain menjadi Ketua BEM FF tahun 2016-2017, tahun 2016, Ahmad juga diamanahi sebagai ketua 2 kompetisi farmasi seluruh Indonesia (KOFEIN). Selama menjadi Ketua BEM FF, Ahmad beserta rekannya mendapatkan penghargaan Best Student Executive Board Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia tahun 2017.

Di balik amanah yang sering diemban, Ahmad mampu mengatur waktu hingga menorehkan Juara III lomba poster tingkat nasional IKPAN Competition ‘Bebaskan Generasi Muda dari Ancaman Narkoba’ di UINSA tahun 2016. Prestasi inilah yang mengantarkan Ahmad menjadi wisudawan berprestasi FF.

Semasa kuliah, alumnus SMA Negeri 15 Surabaya ini menjadi mahasiswa yang aktif dalam mengikuti berbagai pelatihan, terutama pelatihan kepemimpinan. Salah satu pelatihan yang diikuti yaitu Focus Group Discussion Kemaritiman dan energi ‘Strategi Pengembangan Industri Maritim untuk Mendukung Kebijakan Energi Nasional’ pada September 2015. Ahmad juga pernah mengikuti School of Mawapres (SOM) II tahun 2015.

“Selama duduk di bangku kuliah, berbagai kegiatan pernah saya ikuti. Mulai dari akademik maupun non akademik,” terang laki-laki kelahiran Surabaya, 20 Juni 1996.

Dengan rencana yang matang, Ahmad bermimpi menjadi seoarang pengusaha sembari menempuh studi profesi apoteker, kesibukan dalam kepemimpinan terus berlanjut, serta tetap berkecimbung dalam organisasi sosial masyarakat sebagai sarana pengabdian.

Tak lupa, Ahmad membagi tips dan trik dalam meraih predikat sebagai mahasiswa berprestasi. Manfaatkan waktu sebaik mungkin, tenaga dan pikiran untuk memberikan yang terbaik pada sekitar, serta mengasah berbagai fokus pembelajaran dan pengalaman dalam akademik maupun non akademik, secara formal maupun non formal.

“Tajamkan otak untuk memilih dan memilah mana yang lebih diutamakan dalam tanggung jawab yang utama, maupun kewajiban yang diemban,” tambahnya. (*)

Penulis: Rolista Dwi Oktavia

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone