Rektor UNAIR Prof Moh Nasih (kiri) memberikan selamat kepada Syachroni (kanan), wisudawan terbaik S2 FKM yang meraih IPK 4,00 pada perayaan wisuda periode September 2018, Selasa (11/9). (Foto: Agus Irwanto)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Dalam perayaan wisuda Universitas Airlangga Selasa (11/9), Rektor Prof. Moh. Nasih menegaskan bahwa proses menjalani perkuliahan di UNAIR adalah sebagai bentuk hijrah. Pasalnya, tak banyak dari masyarakat Indonesia yang bisa mengenyam bangku perkuliahan. Hijrah yang ia maksud adalah hijrah meninggalkan kebodohan dan ketidaktahuan, menjadi manusia berilmu, berakhlak, dan cerdas.

“Menempuh pendidikan di UNAIR pada dasarnya adalah berhijrah. Hijrah meninggalkan kebodohan dan ketidaktahuan, menjadi manusia berilmu, berakhlak, dan cerdas. Dengan bekal itulah kita akan memenangi persaingan,” ujar rektor dihadapan 1.010 wisudawan, orangtua, tamu undangan, dan pimpinan UNAIR.

Pada perayaan wisuda kali ini, bertepatan dengan Tahun Baru Hijriyah, rektor mengajak seluruh wisudawan untuk bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan, sehingga pada hari ini, dapat menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi yang tak semua orang bisa rasakan.

“Wisuda ini terasa sangat istimewa. Bertepatan dengan Tahun Baru Hijriyah. Mudah-mudahan ada keberkahan atas apa yang kita lakukan pagi ini,” ucap rektor.

Seperti halnya dengan wisuda-wisuda sebelumnya, rektor menegaskan bahwa menjalani perkuliahan di UNAIR bukan hanya sekadar untuk memperoleh ijazah semata. Lebih dari itu, ialah ilmu dan pengetahuan sebagai bekal lulusan menghadapi tantangan perubahan zaman.

“Kalau hanya sekadar ijazah, sebentar lagi akan kami bagikan. Kalau hanya untuk melamar calon pendamping, haqul yakin akan diterima. Kalau hanya untuk memperoleh jodoh, insya Allah akan segera dapat. Kalau hanya untuk memperoleh pekerjaan bagi yang belum, insya Allah akan segera dapat,” paparnya.

“Soal ijazah dan kerja bukan hal utama. Yang utama adalah ilmu dan pengetahuan. Sehingga bisa melewati hidup dengan lebih hikmah, cerah, dan berkah,” tambahnya.

Kepada seluruh wisudawan, baik yang sudah bekerja maupun yang belum, rektor mengimbau bahwa percaya diri adalah bekal utama untuk dapat bersaing dengan dunia global. Ia mengimbau kepada lulusan agar tidak minder, rendah diri, pemalu, melainkan harus percaya diri menjadi bagian dari lulusan UNAIR. “Bekal percaya diri, saya yakin anda akan berhasil memenangi persaingan. Tunjukkan bahwa anda adalah lulusan perguruan tinggi terbaik,” tegasnya.

Periode September ini, rektor mewisuda sebanyak 3.667 lulusan. Wisuda dilangsungkan selama tiga hari, terhitung pada Sabtu (7/9) sebanyak 1327 wisudawan, Minggu (8/9) sebanyak 1330 wisudawan, dan hari ini Selasa (11/9) sebanyak 1010 wisudawan. Di antara ribuan lulusan itu, belasan di antara mereka adalah mahasiswa dari mancanegara. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone