Desain: Feri Fenoria Rifai
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Lafreenda Tialoka Mitadiar alumnus Program Studi S1 Bahasa dan Sastra Indonesia berhasil meraih penghargaan wisudawan berprestasi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR). Penghargaan itu ia raih dalam wisuda periode September 2018.

Wisudawan kelahiran Tulungagung, 20 November 1995 itu mengaku tidak menyangka bisa menjadi mahasiswa berprestasi. Sebab semasa kuliah ia hanya berusaha mencari pengalaman, baik dari dalam atau luar kampus.

Prestasi paling tinggi yang pernah Lafreenda raih selama kuliah adalah ikut serta dalam kegiatan Festival Film Pendek Kreatif Indonesia 2016. Dalam festival fil itu, ia berhasil meraih kategori film inspirasi terbaik. Selain itu, di bidang perfilman, ia juga pernah meraih Film Lingkungan Terbaik Egsa Fair 2017.

Selama pembuatan film untuk diikutkan dalam festival film pendek, diakui Lafreenda cukup banyak rintangan yang muncul. Mulai dari waktu yang mendekati batas akhir pendaftaran, kesulitan untuk mendapatkan izin syuting di lokasi, mencari atribut yang sesuai, hingga perbedaan pemikiran antar anggota tim. Namun semua itu dapat ia lalui dengan lancar. Karena ia yakin, usaha dan doa tidak akan mengkhianati hasil.

Wisudawan yang pernah bekerja sebagai penulis di Rislah Media sebagai content writer dan PCL Morigan Service di Badan Pusat Statistik (BPS). Kepada UNAIR NEWS, Lafreenda bercerita bagaimana ia berjuang menyelesaikan studi di tengah berbagai kesibukan.

“Ketika berusaha menyelesaikan skripsi mendapat gangguan seperti laptop rusak, HP rusak, keuangan menipis, judul yang kurang diterima. Namun saya tetap yakin dan terus berjalan. Bagaimanapun keadaannya saya harus lulus tepat waktu,” terang wisudawan yang gemar membaca tersebut.

Dalam skripsi berjudul “Analisis Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam Komunitas Kaskus, Sebuah Kajian Pragmatik”, Lafreenda mengkaji tentang bagaimana bentuk pelanggaran yang terjadi dalam komunikasi media online Kaskus. Ia berhasil lulus dengan IPK cumlaude sebesar 3,55.

Ke depan, setelah lulus, wisudawan yang syarat pengalaman ini akan menyiapkan beberapa surat yang dibutuhkan untuk mencari kerja sambil mencari beasiswa melanjutkan kuliah magister. (*)

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone