Jadi Mahasiswa Berprestasi Berkat Usaha Konveksi dan Garmen

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Desain: Feri Fenoria Rifai

UNAIR NEWS – Terlahir dari keluarga kurang berada tidak lantas membuat Yogik Anggara patah semangat sebagai mahasiswa. Mahasiswa prodi manajemen angkatan 2014 ini memutuskan untuk berkuliah sambil meniti karir sebagai pengusaha konveksi dan garmen. Yogik bertekad untuk menyelesaikan studi S1 tepat waktu. Perjuangannyapun tak sia-sia.

Perjuangan meraih gelar S1 ternyata membuahkan hasil. Menulis skripsi dengan judul ‘Budaya Organisasi, Kinerja Karyawan, dan Kepuasan Kerja Karyawan di Dropout. IncProject’, Yogik berhasil meraih predikat sebagai wisudawan berprestasi bidang kewirausahaan periode September 2018. IPK-nya juga cumlaude, yakni sebesar 3,6.

“Dalam hal finansial saya dituntut untuk mandiri, meski terkadang saya diberi dukungan finansial dari orang tua. Sebisa mungkin saya tidak membebani mereka,” tutur Yogik.

Yogik mengaku tidak memiliki prestasi menonjol di bidang akademik. Perhatian Yogik terpusat pada pengembangan usaha supaya survive dari persaingan bisnis yang kian hari skian ketat.

Di awal menapaki dunia bisnis, Yogik harus dihadapakan pada kendala transportasi. Di mana pengiriman barang hanya bermodal sepeda onthel. Menurut Yogik, pengiriman seharusnya bisa beberapa kali lipat lebih cepat bila menggunakan motor.

“Hal yang paling saya ingat ketika membawa pesanan kertas sebanyak 5 rim dalam tas ransel besar. Demi sesuap nasi saya kayuh sepeda melewati jalanan macet di bawah terik matahari,” ucapnya.

Selang beberapa beberapa semester, Yogik akhirnya mampu mengumpulkan dana untuk membeli sepeda motor. Dari situlah, usaha konveksi Yogik terus berkembang karena mobilisasi semakin mudah. Ia pun tak khawatir lagi bila mengirim berkarung-karung pesanan.

“Pagi dan siang hari saya kuliah, kemudian malamnya saya harus kirim barang ke luar kota. Hal itu masih saya rasakan hingga menjelang ujian skripsi,” lanjutnya.

Selama kuliah Yogik termasuk mahasiswa yang aktif berorganisasi. Tercatat, Yogi pernah mengikuti UKM Pramuka (2014-2017), Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR (2014-2015), Latihan Keterampilan Manajerial Mahasiswa (LKMM) Tingkat Dasar dan LKMM Tingkat Menengah (2015), BLM FEB UNAIR (2016), dan menjadi pembicara di beberapa seminar kewirausahaan dan workshop desain.

“Saya tidak malu berasal dari kalangan keluarga sederhana. Hal ini semakin membangun saya untuk fokus mengejar mimpi menjadi wirausahawan. I greatly appreciate the time and system,” pungkas Yogik. (*)

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu