Desain: Feri Fenoria Rifai
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bagi Alvi Jauharotus Syukriya meraih predikat sebagai wisudawan berprestasi di akhir studi. Alvi, sapaan karibnya, menjadi wisudawan berprestasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) periode September 2018.

Wisudawan berprestasi kelahiran Mojokerto, 5 Juni 1996 tersebut mengaku, aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci menghantarkannya meraih penghargaan itu.

“Saya merasa bersyukur dan bangga menjadi salah satu bagian dari UKM Tapak Suci UNAIR. Saya bisa meraih penghargaan ini salah satunya karena UKM Tapak Suci,” terangnya.

Salah satu prestasi yang mengantarkan Alvi itu adalah kejuaraan nasional ‘Tapak Suci Jember University 2nd Open Championship’ di Universitas Negeri Jember nomor seni beregu putri. Ia mengaku, olahraga bela diri asli bumi Nusantara itu ia tekuni sejak mahasiswa baru.

Alvi menyadari, tugas utamanya adalah kuliah. Sehingga, meski aktif di UKM Tapak Suci, ia tak melupakan tanggungjawabnya di bidang akademik. Terbukti, Alvi lulus S1 Biologi UNAIR dengan IPK 3,67.

“Sebenarnya saya berharap dapat lulus 3,5 tahun. Semester 7 (studi, Red) saya belum selesai karena belum mendapatkan satu DNA lagi yang harus terkonfirmasi. Sehingga studi harus berlanjut sampai semester 8,” terangnya.

Terakhir, Alvi  berpesan untuk seluruh mahasiswa yang sedang studi di UNAIR. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki prioritas masing-masing seperti study oriented atau organization oriented. Dia menekankan untuk menyeimbangkan keduanya.

“Karena tidak hanya hardskill, softskill juga penting. Jangan ragu untuk mencoba karena kita tidak akan tahu kehendak-Nya seperti apa. Selalu berdoa karena doa yang diulang-ulang seperti kayuhan sepeda yang akan sampai pada tempatnya,” pesannya.

“Dan selalu ingat bahwa kesuksesan yang kita raih bukan karena usaha kita. Ada doa dalam sujud panjang orang tua kita. Ada doa dari senyum teman-teman kita. Atau mungkin bahkan ada doa yang terselip dari mereka yang tidak kenal kita. Jadi jangan berhenti bersyukur atas apa yang kita peroleh saat ini meskipun dalam kondisi kesusahan,” terang wisudawan yang pernah menjabat sebagai sekertaris UKM Tapak Suci. (*)

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone