CFD sampah
DIANTARA ratusan mahasiswa UNAIR yang turun ke jalan di sekitar lokasi CFD untuk membersihkan area sekitar CFD di Taman Bungkul. (Foto: Dok Social Project)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Memanfaatkan keberadaan program Car Free Day (CFD), ratusan mahasiswa baru Universitas Airlangga program studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST), melakukan social project di Taman Bungkul, Kota Surabaya, Minggu (2/9). Tema yang diusung pada kegiatan itu mengenai kepedulian lingkungan sekitar.

Para mahasiswa baru UNAIR itu melakukan kebersihan di Taman Bungkul, sekaligus bertujuan untuk menghimbau masyarakat sekitar untuk perduli terhadap lingkungan di sekitar CFD. Selain itu untuk mengetahui opini masyarakat apakah CFD ini kegiatan yang mampu mengurangi tingkat polusi udara, atau meningkatkan polusi sampah. Hal itu akan dilakukan melalui 200 angket yang dibagikan.

Pukul 06.00 para maba sudah berkumpul di bundaran Taman Bungkul untuk melakukan persiapan. Para maba dibagi menjadi 10 kelompok, lalu disebar di sepuluh titik sekitar Taman Bungkul. Penyebaran ini dilakukan untuk memaksimalkan hasil dan mempersingkat waktu kegiatan. Sasaran proyek sosial ini adalah semua kalangan masyarakat yang mengikuti car free day.

Banyak pengalaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung. Menurut M. Afwan Prasetyo, ketua panitia social project, tidak sedikit masyarakat yang menolak untuk mengisi angket yang disediakan. Car Free Day merupakan salah satu kegiatan untuk mengurangi polusi udara terutama polusi dari asap kendaraan.

”Memang benar kegiatan ini mengurangi polusi udara, namun mirisnya masih banyak sekali masyarakat yang merokok saat kegiatan berlangsung. Dan parahnya lagi, masyarakat yang merokok itu membuang putung rokoknya secara sembarangan. Hampir 60% sampah yang ditemukan berupa putung rokok. Ini membuktikan bahwa CFD tetap menghasilkan polusi udara yakni asap rokok,” tandas M. Afwan.

cfd sampah
MAHASISWA baru prodi Biologi Universitas Airlangga berkumpul bersama seusai melaksanakan kegiatan di area CFD Taman Bungkul. (Foto: Dok Social Project)

”Jika dilihat saat tim kami berjalan memunguti sampah, banyak sampah yang kami ambil itu berupa puntung rokok. Sebenarnya itu hal yang sangat memiriskan. Jadi faktanya CFD tetap menghasilkan polusi udara melalui asap rokok,” tambahnya.

Dari 200 angket yang telah disebarkan, diperoleh data sebanyak 26,5% responden (masyarakat) –rata-rata orang dewasa– setuju bahwa CFD harus mampu mengurangi polusi udara dan polusi sampah.

Namun disisi lain, sebanyak 73,5% masyarakat beranggapan bahwa CFD masih menjadi kegiatan yang mengotori lingkungan. Dari 73,5% ini sebagian beropini bahwa CFD sudah bebas polusi udara, namun faktanya masih meningkatkan tingkat polusi sampah dan sebagian lagi beropini bahwa CFD tetap menghasilkan polusi udara, yakni yang disebabkan oleh asap rokok dan polusi sampah.

Dari pooling data tersebut diperoleh tiga faktor utama alasan mengapa di sekitar lokasi CFD di Taman Bungkul masih banyak sampah, yaitu: pertama, kurangnya tong sampah yang tersedia. Kedua, rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan di sekitarnya. Dan ketiga, banyaknya pedagang yang memanfaatkan keramaian CFD.

Ditambahkan oleh M. Afwan, social Project prodi Biologi UNAIR ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan. ”Menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil dulu, yakni membuang sampah pada tempatnya,” tambahnya. (*)

Penulis : Kartika/PR

Editor : Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).