FKH
Suasana prosesi persemayaman almarhumah Prof. Romziah Sidik di FKH UNAIR. (Foto: Aditya Gita)
ShareShare on Facebook156Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Segenap civitas akademika Universitas Airlangga kembali berduka dengan wafatnya seorang guru besar terbaiknya. Ialah Prof. Romziah Sidik, drh., Ph.D., yang tutup usia pada Sabtu, 8 September 2018 pukul 03.37 WIB. Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR periode tahun 2007-2010 dan 2010-2015 itu wafat pada usia 65 tahun.

Sebelum dikebumikan, almarhumah terlebih dahulu dipersemayamkan di fakultas tempatnya mengabdi. Hadir mewakili sambutan pimpinan FKH UNAIR, Prof. Dr. Drh. Fedik Abdul Rantam selaku Wakil Dekan I FKH UNAIR. Dalam sambutannya, Prof. Fedik mengatakan bahwa atas nama universitas pihaknya dan UNAIR merasa kehilangan seorang guru besar yang sangat aktif dan besar pengabdiannya.

“Maka sebagai penghormatan kepada almarhumah, tidak ada cara lain kecuali melanjutkan dan mengembangkan apa yang sudah dirintis oleh almarhumah,” ujar Prof. Fedik.

Selanjutnya, mewakili pihak keluarga yang berduka, drh. Tribawono, M.Vet., selaku putra ketiga almarhumah menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan FKH UNAIR mengadakan upacara penghormatan jenazah kepada almarhumah.

“Dan kami juga memohonkan maaf jika semasa pengabdian almarhumah di UNAIR ada salah dan dosa kepada sivitas akademika,” imbuhnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Koesnoto Soeprianondo, Drh., MS., selaku teman sejawat almarhumah memberikan kilas balik atas kebaikan almarhumah. Menurutnya, almarhumah sangat gigih dalam bekerja dan tidak mudah putus asa. Tidak hanya itu, secara terpisah, Chairul Arifin yang juga rekan almarhumah, berpesan bahwa semasa kuliah almarhumah tergolong mahasiswi yang cerdas dan berani. Karena cerdasnya dan kenyang pengalaman, lanjutnya, maka almarhumah sempat menjadi dekan dua kali berturut turut.

“Semasa jadi Dekan FKH, yang saya tahu beliau telah merintis hubungan internasional sehingga FKH UNAIR diperhitungkan di kancah internasional. Salah satu puncak prestasinya ialah dengan dibangunnya Rumah Sakit Hewan (RSH) megah di FKH UNAIR. Bahkan almarhumah sempat hadir pada peresmiannya yang tentu hal itu sangat almarhumah tunggu,” paparnya.

Seusai prosesi persemayaman, jenazah kemudian disholatkan di Masjid Ulul Azmi Kampus C UNAIR seusai salat zuhur. Kemudian, jenazah selanjutnya diberangkatkan ke Pemakaman Keputih Surabaya.

Penulis: Aditya Gita Rahmatullah

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook156Tweet about this on Twitter0Email this to someone