Civitas FPK PSDKU Manfaatkan Lahan IPAL Menjadi Media Belajar

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
FPK PSDKU
Kondisi area IPAL yang telah termanfaatkan. (Foto: Bastian Ragas)

UNAIR NEWS – Lahan minim bukan halangan untuk belajar dan berbisnis, itulah satu kata yang dipegang teguh oleh para dosen dan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi. Bukan menjadi rahasia lagi jika kampus PSDKU merupakan kampus yang baru dan masih perlu banyak pengembangan lagi. Sehingga sebagai penghuni kampus yang kreatif harus mampu memanfaatkan setiap potensi yang ada.

“Dulunya ini adalah tempat IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah), yang tidak digunakan untuk kegiatan pembelajaran FPK, namun lambat laun tempat ini menjadi bagaikan Laboratorium basah milik FPK,” tutur M. Hanif Azhar S.Pi., M.Si., selaku dosen FPK UNAIR Banyuwangi.

Dosen FPK UNAIR Banyuwangi bersama mahasiswanya berhasil memanfaatkan tanah kosong yang tidak termanfaatkan di bagian belakang kampus PSDKU menjadi tempat belajar dan berbisnis warga FPK. Area berbetuk memanjang dengan luas sekitar 3×20 m tersebut saat ini telah digunakan sebagai tempat praktikum, penelitian, dan bisnis sederhana yang dilaksanakan dosen FPK bersama mahasiswanya.

“Saat ini sudah ada 6 rak akuarium, 3 kolam beton, dan 4 kolam terpal bulat yang siap digunakan untuk kegiatan praktikum dan penelitian,” imbuhnya.

Adanya laboratorium basah membantu mahasiswa FPK untuk lebih memahami materi yang sudah disampaikan di kelas, karena kebanyakan mahasiswa mengatakan, bahwa praktikum lebih mudah dipahami ketimbang materi perkuliahan. Beberapa mata kuliah yang sempat dilaksanakan di tempat tersebut yaitu, Manajemen Akuakultur Tawar, Budidaya pakan Alami, Nutrisi, dan Reproduksi.

Sedangkan untuk bisnis yang dilakukan ditempat tersebut yaitu budidaya ikan dan plankton. Kegiatan bisnis tersebut bermula dengan adanya program kerja Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan (HMBP), yang bernama ASC (Aquaculture Study Club). Proker tersebut bertujuan untuk mewujudkan mahasiswa FPK yang berjiwa interpreneurship. Oleh karena itu pengurus HMBP yang bersangkutan menggandeng dosen FPK untuk menjadi pembimbing dalam manjalankan bisnis sederhana tersebut.

“ASC sampai saat ini sudah memanfaatkan 4 kolam terpal bulat untuk budidaya ikan wader dan Daphnia sp. (plankton), dan Alhamdulillah kami tidak perlu jauh-jauh untuk megaplikasikan ilmu yang kami dapat di kelas,” ujar Rakian Rizky Dermawan, selaku ketua ASC.

Ide-ide kreatif memang akan selalu muncul dalam keadaan yang dibutuhkan, itulah yang dirasakan warga FPK UNAIR Banyuwangi pada saat itu. Sehingga mereka (dosen dan mahasiswa FPK) harus survive dengan keadaan kampus yang ada.

“Kita harus menjadi kreatif dan inovatif, banggalah dengan apa yang ada, kelebihan kita disini yaitu kekeluargaan, dengan pola pikir kekeluargaan itu terbukti kan ?, jarak antara dosen dan mahasiswa FPK sendiri sangat dekat hingga lahan IPAL pun bisa dimanfaatkan bersama. Harapan saya kalian sebagai mahasiswa PSDKU harus tetap survive, kembangkan yang berpotensi dan rawatlah yang sudah ada,” pungkas Dosen FPK tersebut.

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor : Nuri Hermawan

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu