KETUA PIH Dr. Suko Widodo (kanan) bersama Alifian Sukma saat memberikan paparan kepada tim input sebelum melakukan update data di cyber campus Universitas Airlangga. (Foto: Feri Fenoria Rifa’i)
KETUA PIH Dr. Suko Widodo (kanan) bersama Alifian Sukma saat memberikan paparan kepada tim input sebelum melakukan update data di cyber campus Universitas Airlangga. (Foto: Feri Fenoria Rifa’i)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Berbagai upaya peningkatan kualitas layanan digital publik terus didorong Universitas Airlangga. Khususnya terkait dengan sistem cyber campus UNAIR, layanan digital sivitas akademika UNAIR. Yakni, yang berkenaan dengan informasi pendidikan, pengabdian, dan penelitian.

Selain sebagai upaya mewujudkan target World Class University (WCU), langkah tersebut menjadi sangat penting. Terlebih sebagai bagian dari pewujudan layanan kemudahan, kecepatan, dan transparansi UNAIR, soal hasil pendidikan, kepada masyarakat. Khususnya terkait dengan publikasi ilmiah hasil riset para dosen.

Pemutakhiran data cyber campus tersebut dimulai UNAIR pada Senin (27/8) melalui Pusat Informasi dan Humas (PIH), Direktorat Sistem Informasi (DSI), dan Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP). Upaya itu meliputi pemutakhiran data-data seluruh dosen. Data itu terdiri atas riwayat akademik. Khususnya terkait dengan hasil penelitian dan kegiatan akademik para dosen UNAIR.

Kolaborasi antara PIH, DSI, dan BPP dengan dikoordinatori Direktorat Kemahasiswaan UNAIR sangat diperlukan. Mengingat, ketiganya sangat bersingunggan dan berperan dalam pemenuhan data-data itu. Termasuk keterlibatan dari pihak seluruh fakultas di UNAIR.

Ketersediaan data hasil penelitian dosen menjadi bagian yang tak kalah penting bagi perguruan tinggi. Sebab, hal itu sesuai dengan yang tertuang dalam tri dharma perguruan tinggi. Yakni, pendidikan, pengabdian, dan penelitian.

Alifian Sukma, salah seorang anggota tim, mengungkapkan bahwa pemenuhan data tersebut dilakukan secara bertahap. Ada banyak pihak yang dilibatkan dalam proses itu. Tahap pertama, dilakukan update, penyegaran, data di cyber campus. Khususnya konfirmasi, peninjauan, data dosen sebelumnya.

”Baru berikutnya, fokus pada hasil riset dan penelitian para dosen,” ujarnya.

”Termasuk di dalamnya melibatkan mahasiswa,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pusat Informasi dan Humas Dr. Suko Widodo menjelaskan bahwa ketersedian bank data itu sangat penting, terlebih untuk PIH. Mengingat, data itu menjadi bagian dari informasi yang perlu disampaikan kepada masyarakat. Yakni, melalui laman informasi UNAIR, UNAIR NEWS. Termasuk pentingnya dukungan dari fakultas terkait dengan informasi dan data tersebut.

”Memang dibutuhkan koordinasi (DSI, BPP, dan PIH, Red). PIH juga butuh data-data itu, kegiatan-kegiatan di kampus itu, sehingga menjadi informasi publik di UNAIR,” ungkapnya.

”PIH juga membutuhkan fakultas untuk melakukan support data dan informasi,” tambahnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria Rifa’I

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone