Ilustrasi menulis artikel ilmiah. (Sumber gambar: Pixabay)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Menulis artikel ilmiah dan diterbitkan di jurnal bereputasi menjadi salah satu kewajiban yang harus ditempuh dosen dan mahasiswa. Namun, tak semua dosen dan mahasiswa memahami bahwa setiap jurnal memiliki karakteristik yang berbeda.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr. Rahma Sugihartati, M.Si membagikan tips menulis artikel ilmiah dan membus jurnal bereputasi. Rahma, sapaan karibnya, tercatat ada belasan artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah bereputasi baik nasional maupun internasional.

Pertama, penulis harus memiliki bahan sebagai sumber tulisan untuk menyusun draft. Jika sudah yakin, penulis dapat langsung menulis draft artikel. Namun jika belum yakin akan kebaruan temuan, disarankan agar penulis memilih jurnal Q3 atau Q4 dengan menentukan jenis manuskrip yang akan ditulis.

Kedua, memilah jurnal yang tepat dengan menggunakan layanan seperti http://journalfinder.elsevier.com/ .

“Kualitas jurnal mampu dilihat dari Impact factor. Jika impact factor sebuah jurnal adalah 1, maka berarti rata-rata setiap artikel yang diterbitkan oleh jurnal tersebut dikutip sekali dalam dua tahun terakhir. Dengan rumus, semakin besar skor impact factor, semakin berkualitas sebuah jurnal,” kata Rahma Sugihartati yang juga dosen program studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan FISIP UNAIR.

Ketiga, buka halaman web dari jurnal yang telah dipilih dan dipelajari. Pedoman untuk penulis dapat dilihat pada kolom Author guideline. Tidak lupa, perhatikan gramatika bahasa Inggris sebelum men-submit.

“Proses submit ikuti petunjuk dalam halaman web jurnal yang dituju. Buatlah a good impression dari judul dan abstrak. Perlu diingat, judul harus meringkas tema utama artikel dan mencerminkan kontribusi untuk teori,” tandasnya.

Kemudian, menunggu respon setelah proses submit. Artikel yang dikirim akan diseleksi awal oleh review manage. Jika telah keluar respon under review, maka peluang yang ada 50%. Dan artikel yang memiliki ‘masa depan’ akan dikirim ke reviewer untuk mendapatkan komentar.

Proses akhir, merevisi artikel. Editor jurnal akan memberikan kesempatan untuk Revise and re-submit atas dasar rekomendasi, saran, atau kritik dari reviewer. Untuk resubmission artikel yang telah direvisi tidak boleh melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

“Proses revisi – resubmitreview – revisi – resubmit, bisa lebih dari 1 putaran. Dan setelah merevisi artikel sesuai saran reviewer, sebaiknya dibuat daftar komentar dan revisi dalam bentuk tabel atau sesuai permintaan editor,” tambahnya.

Terus belajar, tanpa mengenal letih dengan penuh kesabaran untuk hasil yang memuaskan. Good luck! (*)

Penulis: Rolista Dwi Oktavia

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone