Kampus PSDKU

Mengawal dan Menjaga Iklim Organisasi Mahasiswa PSDKU UNAIR di Banyuwangi

UNAIR NEWS – Organisasi merupakan salah satu elemen penting dalam dunia perkuliahan. Organisasi juga menjadi tempat bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Kampus PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi yang selanjutnya disebut kampus UNAIR Banyuwangi terdapat berbagai macam organisasi, baik yang mengarah ke bidang akademis maupun bidang non akademis.

Jika melihat dinamika dan iklim organisasi di kampus UNAIR Banyuwangi, organisasi mahasiswa kampus Banyuwangi mulanya dibentuk dan dibina oleh BEM Universitas Airlangga Surabaya pada satu tahun pertama, yakni pada tahun 2014. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya mahasiswa, iklim keorganisasian yang ada di kampus Banyuwangi terus berkembang. Tercatat, total keseluruhan organisasi yang ada di kampus Banyuwangi pada tahun 2018 sebanyak 22 organisasi. Diantaranya KM (Keluarga Mahasiswa), BSO (Badan Semi Otonom) yang terdiri dari GS (Garuda Sakti), AUBMO (Organisasi Bidikmisi Universitas Airlangga di Banyuwangi), empat HIMA (Himpunan Mahasiswa) Program Studi, serta 15 KOMIKAT (Komunitas Minat dan Bakat).

Sebagai salah satu mahasiswa yang banyak berkecimpung dalam organisasi di kampus UNAIR Banyuwangi, penulis melihat bahwa kondisi organisasi di kampus Banyuwangi bisa dibilang kurang ideal, karena jumlah mahasiswa yang hanya sekitar 750-an dan 22 organisasi.  Hal itu merupakan perbandingan yang kurang berimbang antara total mahasiswa dengan jumlah organisasinya. Bahkan, jika di rata-rata setiap organisasi akan mendapat mahasiswa sekitar 36 orang. Meski demikian, minat dan antusias mengikuti organisasi dari mahasiswa yang ada di kampus UNAIR Banyuwangi cukup tinggi, terlebih mahasiswa baru. Faktanya, bisa dilihat dari keikutsertaan dalam kepanitiaan dan keorganisasian cukup didominasi oleh mahasiswa baru.

Hambatan dan Tantangan

Menjadi salah satu ketua organisasi induk di kampus UNAIR Banyuwangi bisa dibilang mudah dan juga sulit. Secara jumlah, memang kampus UNAIR Banyuwangi tidak sebanyak yang di Surabaya, sehingga semakin mudah dalam manajemen. Namun, sedikitnya SDM juga menjadi salah satu kendala. Terlebih, jika melihat kondisi SDM yang abai dengan konidisi organisasi. Hal ini bisa dilihat dari antusiasme anggota untuk menghidupkan beberapa organisasi, terlebih KOMIKAT. Berbagai alasan yang akhirnya membuat kondisi KOMIKAT di kampus Banyuwangi berjalan kurang baik, salah satunya mengenai jadwal perkulihan mahasiswa yang cukup padat sehingga membuat mahasiswa terlalu disibukkan dengan kegiatan perkuliahan sehngga berakibat pada menurunnya minat dari mahasiswa untuk berorganisasi khususnya pada organisasi KOMIKAT.

Upaya untuk memperbaiki kondisi keorganisasian tersebut salah satunya meningkatkan kualitas SDM yang ada untuk menunjang aktifitas organisasi. Dilihat dari segi SDM, setiap organisasi memiliki agenda pengkaderan untuk menunjang kegiatan dan mempersiapkan tongkat estafet kepengurusan organisasi selanjutnya. Selain itu dari kampus sendiri dari tahun 2017 memberikan fasilitas berupa LKMM (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa) mulai dari TD (Tingkat Dasar), TM (Tingkat Menengah), dan TL (Tingkat Lanjut). Upaya yang dilakukan kampus dirasa memberikan dampak yang cukup positif untuk meningkatkan kualitas SDM dan organisasi di kampus Banyuwangi.

Kondisi organisasi yang ada di Banyuwangi dari tahun 2017 cukup mengalami perkembangan yang pesat, dapat dilihat mulai dari tata kelola administrasi, keuangan, organisasi semakin baik dan rapi sehingga dapat memberikan rasa nyaman untuk mahasiswa menjalankan organisasi di Banyuwangi.

Asas Permusyawaratan

Asas Permusyawaratan menjadi hal utama yang dilakukan oleh seluruh organisasi mahasiswa yang ada di Banyuwangi untuk memutuskan atau menyelesaikan suatu permasalahan. Ada yang namanya FORKOM ORMAWA (Forum Komunikasi Organisasi Kemahasiswaan) yang di naungi oleh Organisasi Keluarga Mahasiswa.

Terdapat empat forkom yakni FORKOM BSO, FORKOM KOMIKAT, FORKOM HIMA, serta FORKOM Seluruh ORMAWA yang semuanya itu diatur dan di fasilitasi oleh organisasi KM. Pelaksanaan dari forkom itu sendiri diagendakan setiap 2 bulan sekali dilaksanakan dengan agenda update keuangan, timeline kegiatan, sharing informasi seputar kondisi organisasi di Banyuwangi, monitoring dan evaluasi program kerja, sampai jaring aspirasi dari tiap-tiap organisasi yang nantinya akan diteruskan dari KM kepada pihak-pihak yang berkaitan.