Maba
Mahasiswa baru saat melakukan kegiatan Harmoni Indonesia di ACC. (Foto: Feri Fenoria)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – “Bagi mahasiswa baru, selamat datang di kampus impianmu”. Tempat yang akan menemanimu dalam waktu yang tak lama. Jangan percaya kalau jadi sarjana itu tujuan utama dalam studi. Tak ada yang istimewa dari acara wisuda. Berjejer rapi lalu digeser toga kemudian foto bersama keluarga. Sungguh itu adegan yang menjemukan dan tak layak untuk dirindukan. Terlebih, jangan meyakini bahwa IP (Indeks Prestasi) tinggi itu segalanya.

Kampus beda dengan kekolah, dimana yang bernilai tinggi selalu dapat pujian. Hal ini pula yang menjadi pembeda antara sekolah dan kuliah. Saat sekolah, orientasi kalian adalah untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi dari kelas 1 naik ke kelas 2, 3, dan seterusnya atau bisa dikatakan bahwa tujuan kalian sekolah adalah untuk sekolah lagi (dari SD ke SMP menuju SMA). Namun di bangku kuliah semuanya berbeda, mahasiswa harus dipaksa untuk menempa diri, sehingga saat memasuki pasca kampus tidak gagap dalam menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.

Secara umum, ketika telah lulus, seorang mahasiswa dapat menjadi empat jenis. Pertama, manusia yang bekerja pada lingkup pengembang profesi yang linier dengan studinya (praktisi), contoh: kuliah jurusan ilmu hukum setelah itu menjadi pengacara, kuliah jurusan akuntansi setelah itu menjadi bankir, dan sebagainya. Yang kedua, manusia yang bekerja menjadi akademisi, artinya mahasiswa tersebut telah ahli  secara keilmuan karena mendalami studinya. Contoh: kuliah jurusan ilmu politik lalu menjadi peneliti pada lembaga survey, dosen sesuai disiplin ilmunya, dan sebagainya.

Ketiga, manusia yang menjadi pengusaha (enterprenuer), entah jenis usahanya sesuai dengan ilmu yang dipelajari, seperti contoh: kuliah jurusan budidaya perairan kemudian membangun usaha ternak lele, kuliah jurusan kedokteran lalu menjadi importir alat-alat medis, dan lain-lain. Atau bisa jadi usahanya tidak berhubungan sama sekali dengan studinya di kampus. Yang keempat adalah manusia pengangguran, yaitu seorang mahasiswa yang setelah lulus tidak tahu akan menjadi apa dan harus bagaimana.

Akan menjadi seperti apa seorang mahasiswa nantinya itu kembali lagi pada perjuangan masing-masing. Di kampus, kalian merdeka seutuhnya, tidak lagi diatur oleh orang tua atau guru, kalian sendiri lah yang harus mengatur hidup kalian, mulai dari makan apa, berangkat ke kampus jam berapa, mengerjakan tugas dimana, dan seterusnya. Itu sebabnya biarkan petualangan membawamu ke sana kemari. Kampus memberi kamu pengalaman yang tak dapat kamu peroleh di mana-mana. Karena di kampus, segala ruang pengembangan diri tersedia, ratusan komunitas, atau organisasi yang mewadahi kebutuhan mahasiswa bisa ditemukan.

Untuk mereka yang ingin mendalami studinya secara akademis, tersedia berbagai lembaga penelitian di tingkat fakultas dan universitas. Bagi yang ingin mengembangkan kemampuan berwirausaha, ada pula pusat pengembangan profesi & kewirausahaan yang secara rutin mengadakan workshopnya. Atau bagi mereka yang ingin menempa ideliasme secara idelogis atau biasa disebut “aktivis” pun juga tidak sulit. Organisasi adalah sangkar yang indah dan memikat untuk anak muda yang berani.Setidaknya, organisasi membimbing keyakinan untuk percaya kalau kebenaran itu bukan retorika kosong. Organisasi adalah kuliah yang sesungguhnya. Kamu bukan diajarkan untuk meraih prestasi, tapi kamu dibimbing untuk memahami bahwa dasar hidup itu adalah solidaritas dan hubungan interpersonal (softskills).

Dalam organisasi, kalian akan belajar mengenai 4 komponen manajemen diri, yaitu PAOC. Planning, atau perencanaan adalah pengaturan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Organizing atau pengkoordinasian adalah proses dalam memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber daya tersedia untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan. Actuating atau Realisasi merupakan tahap eksekusi semua rencana yang telah dibuat dan dibagi tugasnya. Dan terakhir Controlling atau Pengawasan yaitu serangkaian proses koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman

Oleh karenanya, saran saya sebagai mahasiswa baru, jelajahilah segala ruang pengembangan diri di kampus, di semester pertama kuliah ikutilah semua organisasi yang membuatmu tertarik, jangan batasi dirimu karena takut tidak ada waktu, itu adalah omong kosong yang menghantui otakmu. Manajemen waktu akan berjalan dengan sendirinya, tidak dapat dipelajari jika kalian tidak mencoba batas maksimal, “learning by doing”. Di semester kedua, usahakan kalian mulai memilah mana organisai yang sekiranya cocok untuk pengembangan dirimu ke depan, danana organisasi yang akan kamu jalani dengan lebih serius.

Di semester ketiga, saatnya membuktikan bahwa kamu adalah bagian penting dalam organisasi yang telah kamu pilih, berkontibusilah secara maksimal, sehingga pada semester selanjutnya kalian telah siap mengelola organisasi tersebut secara mandiri. Satu hal penting lagi, sekaligus menjadi pentup, bahwa organisasi akan mengajarkan budaya asah, asih, asuh. Dalam organisasi proses pertama adalah menempa diri atau proses penyesuaian (asah), lalu kalian akan diajarkan bagaimana caranya berkontribusi secara aktif dengan sesama (asih), lalu yang terakhir saatnya bagi kalian untuk mengelola organisasi, dan mengajarkan pada adik tingkatmu apa yang selama ini kamu pelajari (asuh).

Penulis: Galuh Teja Sakti (Presiden BEM Universitas Airlangga 2018)

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone