PARA pembicara berbagi inspirasi dalam talk show Leadership Camp Surabaya. (Foto: Istimewa)
PARA pembicara berbagi inspirasi dalam talk show Leadership Camp Surabaya. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWSBermimpilah setinggi langit. Jika kamu jatuh, maka kamu akan jatuh di antara bintang-bintang. Kalimat bijak dari presiden pertama Republik Indonesia itu mengajarkan untuk jangan pernah takut bermimpi. Mimpi menjadi awal seseorang menyusun langkah dalam merencanakan dan mencapai tujuan hidup. Tanpa mimpi, tentu seseorang hanya akan menghabiskan waktu tanpa tahu arah yang akan dituju.

Mimpi dan anak muda adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Sebab, pada rentang usia tersebut, seseorang mulai mencipta beragam cita dan impian. Namun, rupanya, tak sedikit anak-anak muda yang hilang harapan dan membiarkan mimpinya padam disebabkan berbagai latar belakang dan permasalahan.

Karena itu, sebagai bentuk kepedulian untuk menghidupkan kembali mimpi anak-anak muda, UNAIR bersama komunitas penggagas gerakan Kejar Mimpi menggelar acara Leadership Camp Surabaya pada Sabtu (11/8). Bertempat di Aula Fadjar Kartonagoro, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), acara tersebut dihadiri ratusan anak muda dari berbagai kota di Jawa Timur.

Kegiatan itu merupakan wujud kontribusi UNAIR dalam mendukung gerakan Kejar Mimpi yang dirintis sejak 2017. Leadership Camp Surabaya merupakan salah satu rangkaian acara dari Kejar Mimpi.

Mengangkat tema ”Creating Breakthruogh for Indonesian Youth”, Leadership Camp kali ini menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif sebagai pembicara. Di antaranya, Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Elestianto Dardak; Musisi/aktris Maudy Ayunda dan Sandra Dewi; Direktur SDM CIMB Niaga Heidy Lapian; serta dokter sekaligus dosen muda UNAIR Indri Lakhsmi Putri, dr., Sp. BP-RE(KKF).

Para pembicara saling berbagi pengalaman hidup dan usaha mereka dalam mencapai mimpi. dr. Indri, salah satunya. Dia menuturkan perjuangannya menggapai mimpi hingga menjadi seperti sekarang tidaklah mudah. Indri sempat merasakan berbagai kendala selama menempuh pendidikan sebagaimana banyak dirasakan anak-anak muda. Meski begitu, dia membagikan kunci keberhasilannya meraih mimpi.

”Kuncinya, ada dua. Jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa. Sering pikiran negatif dalam diri menjadi penghalang untuk mengejar mimpi. Itu yang harus dihindari,” sebutnya.

Cevi Agis, penggagas gerakan Kejar Mimpi sekaligus koordinator acara menjelaskan bahwa Kejar Mimpi merupakan gerakan sosial yang memberikan dukungan kepada anak-anak muda di Indonesia untuk mewujudkan mimpinya. Baik melalui kampanye di media sosial maupun pergelaran acara di beberapa kota di Indonesia. Meski tergolong baru, gerakan tersebut mendapat antusias yang luar biasa dari anak-anak muda.

Dari sekian banyak perguruan tinggi di Jawa Timur, UNAIR menjadi universitas yang terpilih karena reputasinya sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia. Cevi sangat berterima kasih karena UNAIR telah mendukung dan membantu terselenggaranya acara dengan sangat baik.

”Mempertimbangkan sisi prestasi dan lokasinya seperti apa. Jadi, kami memilih UNAIR. Apalagi, setelah kami menghubungi Bu Siwi dari PPKK, ternyata mendapat respons yang sangat baik. Dari pihak kampus appreciate banget. Jadi, bisa menambah value anak-anak UNAIR dan ajang networking juga,” ungkap Cevi.

”Kita ingin lebih banyak lagi anak-anak muda, khususnya di Surabaya, yang terinspirasi gerakan sosial Kejar Mimpi. Kita ingin mendorong anak-anak muda berani bermimpi dan pantang menyerah,” imbuhnya. (*)

Penulis: Zanna Afia Deswari

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone