Sebagian warga Suku Sasak Dusun Slemang 2 yang membut tim ENJ UNAIR. (Foto: Anca Laika)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Delegasi Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) Universitas Airlangga berangkat menuju Nusa Tenggara Barat, Sabtu (11/8). Menggunakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Legundi, tim ENJ UNAIR menuju lokasi sasaran di Dusun Slemang 2, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

“Kami berangkat pukul 08.15 dari basecamp di daerah Kedinding Tengah, Surabaya, menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak. Karena kami harus loading barang dulu, jadi harus berangkat lebih awal,” ujar Rizal Andi, salah satu delegasi ENJ dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR.

Sampai di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, tim ENJ UNAIR harus mengendarai truk sapi selama kurang lebih dua jam untuk menuju Dusun Slemang 2. Di sepanjang perjalanan menuju Slemang, terdapat banyak tenda-tenda yang didirikan warga untuk berlindung dari gempa.

“Tenda-tenda itu dirikan warga untuk tidur malam, karena mereka takut ada gempa susulan saat di malam hari. Namun karena banyaknya warga yang tidur di luar, terjadi peningkatan pencurian di dalam rumah, harus selalu waspada,” celetuk Sinto, mahasiswa Fakultas Hukum yang juga asli Suku Sasak.

Sesampainya di Dusun Slemang 2, tim disambut dengan ramah oleh warga setempat yang merupakan Suku Sasak. Ada yang unik dalam sambutan itu. Yakni, hidangan yang disuguhkan berupa sayur dadar. Sayur ini mirip sayur asem di Jawa. Bedanya, sayur dadar berisi kacang tanah dan kedelai yang masih terdapat kulitnya.

“Ini (sayur dadar, Red) sayur khas Suku Sasak yang disuguhkan untuk menyambut tamu yang datang,” ujur Bastoni, salah satu warga Suku Sasak yang menyambut tim ENJ UNAIR.

Setelah makan-makan, kegiatan selanjutnya adalah perkenalan anggota ENJ UNAIR 2018 kepada warga Suku Sasak Dusun Slemang 2. Dalam perkenalan juga dijelaskan tentang makna panggilan amak dan inak oleh warga.

“Amak adalah panggilan yang berarti bapak. Sedangkan Inak adalah panggilan yang berarti ibu. Sedangkan saya kan, panggilanya Amak Bastoni. Berarti saya ini bapak dari anak pertama saya yang bernama Bastoni. Amak dan inak di sini dipanggil dengan mana anak mereka masing-masing,” imbuh Bastoni dengan logat khas Lombok.

Setelah ramah tamah yang dilakukan bersama warga Suku Sasak, agenda selanjutnya adalah kegiatan sapa warga, dimana semua delegasi ENJ UNAIR 2018 berkeliling Dusun Slemang dan mengenalkan diri pada setiap warga yang ditemui di jalan.

Selama dua minggu ke depan, ada banyak kegiatan yang akan dilakukan tim ENJ UNAIR di Dusun Slemang 2. Antara lain menyembelih hewan kurban saat Idul Adha; mengajar; renovasi sekolah; sosialisasi hipertensi, gosok gigi, dan cuci tangan; upacara 17 Agustus dan lomba-lomba; pembagian tas sekolah ke siswa SD. Mereka juga akan mengadakan English Class, Campus Expo, dan sosialisasi kesehatan ternak. (*)

Penulis: Anca Laika

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone