BEM
Pelepasan Relawan Mahasiswa oleh Ketua BEM UNAIR 2018, Galuh Teja Sakti (Dua dari kanan). (Foto : Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Gempa yang terjadi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, memang menyita seluruh perhatian dunia. Pemerintah, lembaga sosial kemanusiaan, dan banyak pihak saling bahu membahu memberikan pertolongan dengan berbagai cara. Menyikapi hal tersebut, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Universitas Airlangga (UNAIR), melalui Kementerian Pengabdian Masyarakat (Pengmas) bersama dengan Mahasiswa Tanggap Bencana (Mahagana) terjun langsung ke Lombok pada Minggu (12/8/2018).

Ialah Maulana Satria Aji, Dian Frisca Setyabudi, Mochamad Ferdyan Nasrullah,  Iqbal Adi Kurniawan, Nasrullah Widiantoro Sandi, Palma Krismonita Agustin, Shabri Atha Arfiansyah, Zaidah Thyyibah, Achmad Ali Basri dan Hanifah Dwi Safitri, beberapa mahasiswa yang siap melakukan kegiatan sosial tersebut di lokasi bencana.

Maulana Satria Aji, selaku Menteri Pengmas 2018 menjelaskan, keputusan tim untuk berani terjun ke lokasi gempa adalah karena melihat trauma masyarakat disana yang sangat tinggi, banyaknya korban jiwa, dan parahnya kerusakan. Bahkan, menurut informasi dari relawan yang sudah berada di lokasi, trauma mendalam masih sangat dirasakan oleh masyarakat.

“Selain untuk menyalurkan donasi yang dikumpulkan oleh rekan – rekan  dari seluruh sivitas akademika Universitas Airlangga, kedatangan kami juga untuk memberikan bantuan berupa tenaga dan trauma healing untuk korban disana,” jelas mahasiswa yang akrab dipanggil Aji tersebut.

Perjalanan rekan-rekan relawan untuk bisa berangkat ke Lombok tidak berjalan mulus begitu saja. Menurutnya, terdapat beberapa kendala seperti dana dan hambatan transportasi akibat adanya gempa susulan. Namun, semua hal tersebut dapat teratasi atas support dari seluruh rekan-rekan sivitas akademika.

Sementara itu, Iqbal Adi Kurniawan yang telah berangkat terlebih dahulu memberi kabar bahwa hampir semua wilayah Lombok Utara rusak. Ekonomi lumpuh total dan rumah sakit tidak dapat beraktivitas seperti biasanya.

“Lombok utara hampir semua wilayah rusak. Ekonomi lumpuh total. Rumah sakit gak bisa digunakan seperti biasanya,” ucap Iqbal melalui pesan singkat.

 

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone