SEJUMLAH mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga mengikuti Bradanaya, bersatu dalam wahana budaya. (Foto: Panitia Bradanaya)
SEJUMLAH mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga mengikuti Bradanaya, bersatu dalam wahana budaya. (Foto: Panitia Bradanaya)
ShareShare on Facebook2Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Berbagai tradisi bakal menyambut mahasiswa baru saat memasuki fakultas masing-masing. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga, salah satunya. Kegiatan tersebut biasa disebut dengan nama Bradanaya.

Bradanaya alias Bersatu dalam Wahana Budaya merupakan sebuah agenda tahunan semacam kaderisasi dari Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UNAIR. Sebagai bentuk kaderisasi, Bradanaya mempunyai serangkaian kegiatan yang dimulai pada 8 Agustus sampai 11 agustus 2018. Khususunya ditujukan untuk menyambut serta tahap pengenalan mahasiswa baru FIB UNAIR.

Pada tahun ini, panitia Bradanaya FIB UNAIR mengangkat tema ”Karsa Budaya”. Tema itu diambil, , menurut Ketua Bradanaya 2018 Yoga, sebagai cara menanggulangi radikalisme di Universitas Airlangga, khususnya FIB UNAIR. Sebab, karsa bermakan berkehendak, keinginan untuk berpegang pada nilai-nilai kebudayaan.

”Ini (tema karsa budaya, Red) merupakan berkesinambungan dari materi universitas tentang deradikalisasi. Dari panitia, karsa budaya, niat berbudaya, cara untuk menanggulangi radikal yang salah. Harapannya, mahasiswa FIB bisa memunculkan niat budaya setiap individu,” kata mahasiswa bahasa dan sastra Inggris tersebut.

Yoga menambahkan, selain sebagai niat berbudaya, ”karsa budaya” berusaha menetralisasi masalah radikalisme dan terorisme. Khususnya didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan dalam UUD 1945, Pancasila, Wawasan Nusantara, dan Bhineka Tunggal Ika.

Pra-Bradanaya

Sebelum masuk acara inti, digelar Pra-Bradanaya pada Minggu (8/8). Pra-Bradanaya digelar sebagai bentuk pengenalan sekaligus pembekalan kepada mahasiswa baru FIB UNAIR.

Streering Comitte Bradanaya Tita mengungkapkan, Pra-Bradanaya adalah acara sebelum eksekusi Bradanaya selama tiga hari. Jadi, mahasiswa baru dikenalkan kepada panitianya, siapa yang mendampingi (selama) kegiatan, perkenalan antar-mahasiswa baru. Termasuk pembekalan apa saja yang dibawa.

”Supaya nanti tidak kaget. Dan, yang paling penting mereka (mahasiswa baru, Red) yang sebelumnya tidak bangga FIB menjadi bangga FIB,” tuturnya.

SUASANA Pra-Bradanaya di Aula Siti Parwati Fakultas Ilmu Budaya UNAIR. (Foto: Panitia Bradanaya)
SUASANA Pra-Bradanaya di Aula Siti Parwati Fakultas Ilmu Budaya UNAIR. (Foto: Panitia Bradanaya)

Dalam kegiatan tersebut, juga dijelaskan mengenai tugas pembuatan esai yang meliputi tiga hal. Yakni, sikap nasionalisme terhadap NKRI, implementasi sikap nilai-nilai pancasila, dan ancaman radikalisme terhadap Bhineka Tunggal Ika.

Menurut Tita, tugas esai untuk mahasiswa itu merupakan bentuk turunan dari SK Dikti kepada rektorat dan dekanat. Lalu, hal tersebut dijabarkan panitia soal radikalisme dalam sudut pandang budaya.

”Sebab, kita FIB. Terlebih, temanya Karsa Budaya. Kita mencoba angkat pola pikir mereka (Mahasiswa Baru, Red) lewat pembuatan esai dan dilanjutkan diskusi kritis,” tambahnya.

Selain difokuskan pada diskusi bertema kebangsaan, Bradanaya turut memberikan pengetahuan soal organisasi kemahasiswaan (ormawa) di FIB UNAIR. Yakni, memberikan gambaran soal organisasi seperti apa yang kelak para mahasiswa pilih. Khususnya sebagai media pengembangan soft skill mereka.

Display ormawa menjadi medium antara mahasiswa baru dan teman-teman organisasi. Ormawa kami libatkan supaya turut andil dalam Bradanaya. Tujuannya, minat mahasiswa baru terwadahi. Dan, ormawa pun bisa merangkul minat-minat dari mereka,” sebut Ketua BEM FIB UNAIR Yunaz. (*)

 

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook2Tweet about this on Twitter0Email this to someone