PEMBEKALAN mahasiswa baru Fakultas Hukum dalam kegiatan Justitia 2018. (Foto: Istimewa)
PEMBEKALAN mahasiswa baru Fakultas Hukum dalam kegiatan Justitia 2018. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Setelah menjalani kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat universitas agar lebih mengenal lingkungan mereka, mahasiswa baru beranjak mengikuti kegiatan di fakultas. Seperti halnya di Fakultas Hukum. Kegiatan itu biasa disebut Justitia.

Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, Justitia kali ini dilaksanakan selama tiga hari. Terhitung sejak Rabu (7/8) hingga Juma’t (10/8). Tema ”Membentuk Karakter Yuris yang Berpola Pikir Kritis Berlandas Pancasila dan Tri Dharma Perguruan Tinggi” dipilih. Dekan FH UNAIR Prof. Dr. Drs. Abd. Shomad, S.H.,M.H, memberikan sambutan langsung kepada 257 mahasiswa baru FH UNAIR 2018.

Ketua panitia Justitia Hanindya Seno Saskara menyatakan, tema kali ini dipilih agar mahasiswa baru peka terhadap problematika yang ada. Selain itu, mereka diharapkan mampu melakukan advokasi guna menyelesaikannya.

”Menurut saya dan teman-teman panitia, kondisi mahasiswa saat ini banyak yang terkesan acuh dengan kondisi sekitar. Padahal, banyak sekali permasalahan di masyarakat,” ujar mahasiswa semester V tersebut.

”Kita sebagai agent of change harus peka akan problem yang ada. Dan, kita harus mengadvokasi masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Itulah yang ingin kita tanamkan kepada mahasiswa baru,” imbuh Seno.

Seperti biasa, mahasiswa diberikan materi-materi oleh dosen. Di antaranya, materi soal Sejarah Organisasi Mahasiswa oleh I Wayan Tatib Sulaksana, S.H.,M.S; Etika Akademik dan Norma Berperilaku Akademik oleh Nurul Barizah, S.H.,LL.M; dan Peran Mahasiswa dalam Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Prof. Dr. Muchammad Zaidun,S.H.,M.Si. Termasuk Sejarah Pendidikan Tinggi Hukum di Indonesia oleh Prof. Dr. Peter Machmud Mz.,S.H.

”Hari pertama adalah penyampaian materi-materi yang bersifat fundamental. Nanti materi tersebut dapat digunakan mahasiswa baru dalam mengarungi dunia kuliah,” ungkap Seno. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria Rifa’I

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone