Peserta PGN Leadership Camp 2018 di Hotel Plaza Semarang. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook9Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Belajar tidak melulu dengan berdiskusi dan mendapat materi di ruang kelas. Adakalanya, belajar dilakukan langsung di lapangan dengan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada.

Begitu pula dengan delegasi Universitas Airlangga yang mengikuti kegiatan bertajuk ‘PGN Leadership Camp 2018’ yang diseenggarakan yayasan Karya Salemba Empat bekerjasama dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Dalam camp kepemiminan ini, UNAIR memberangkatkan sebanyak enam mahasiswa penerima beasiswa Karya Salemba Empat. Keenamnya merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Keenam mahasiswa itu adalah Berliana Claudia Aisyah, Elly Ermawaty, Muchammad Atho’Ur Rohman, Primasti Ayu Damayanti 2015, Qonitah Bakhtiah, dan Willy Kumalasari.

Secara keseluruhan, ada 59 mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia mitra Karya Salemba Empat dan PGN. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di Semarang, sejak 27 Juli-2 Agustus 2018.

Di sana, para mahasiswa belajar tentang cara menjadi good leader dan positif fighter. Camp ini menyiapkan para mahasiswa untuk menjadi pemimpin terbaik, baik untuk diri sendiri maupun bermasyarakat. Tidak hanya materi good leader, pengetahuan dan praktik tentang komunikasi yang baik serta cara menjadi duta dengan etika excellent juga peserta dapatkan selama kegiatan.

Ada misi yang harus dijalankan peserta camp selama kegiatan. Misi itu adalah mencari dana guna renovasi salah satu sekolah dasar di Semarang.

“Jadi kami semua diturunkan di Semarang tanpa uang, tanpa alat komunikasi, tanpa modal, hanya bermodalkan badan dan id-card saja. Di sana kami harus cari dana dengan cara yang halal, untuk merenovasi salah satu sekolah dasar yang ada di Semarang Timur. Alhamdulilah seharian kami ber-59 mampu mengumpulkan kurang lebih 18juta,” kenang Willy Kumalasari, peserta PGN Leadership Camp 2018.

Dalam misi itu, bermacam cara mereka lakukan untuk memperoleh uang. Seperti ngamen, jadi tukang cuci di warung, berjualan air, hingga berjualan jajan.

Mahasiswa yang pernah meraih Juara Harapan I Kompetisi Ide Bisnis FIFGROUP ini mengaku bersyukur menjadi bagian dari kegiatan camp dan mendapat kepercayaan sebagai penerima beasiswa Karya Salemba Empat.

“Dari sini saya jadi bisa membangun jaringan, utamanya dengan mahasiswa dari universitas se-Indonesia. Dari sini pula saya banyak belajar tentang bagaimana menjadi good leader,” tambahnya.

Karya Salemba Empat merupakan perantara bagi perusahaan pemberi donator yang akan menyalurkan dana beasiswa kepada para mahasiswa. Beberapa perusahaan besar yang menjadi donator antara lain PT. Indofood, BPJS Ketenagakerjaan, BNI Syariah, serta PGN.

Yayasan Karya Salemba Empat dan pemberi donatur beasiswa tidak hanya bertanggungjawab dalam memberikan dana beasiswa, tetapi juga mengembangkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa penerima. Hal tersebut yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan ini.

Selain itu, tujuan lain adalah untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia pekerjaan dan melatih jiwa kepemimpinan serta bermasyarakat nantinya. (*)

Penulis : Wiwik Yuni Eryanti Ningrum

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook9Tweet about this on Twitter0Email this to someone