Tim Tari Saman FKp UNAIR sedang mempersiapak diri di backstage sebelum tampil. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Belum genap sebulan membawa pulang juara, Unit Kegiatan Fakultas (UKF) Tari Saman Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengantongi piala kejuaraan dalam ajang Medication 2018. Tim UKF Tari Saman berhasil meraih juara I dalam ajang yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran, Bandung.

Kompetisi tersebut berlangsung mulai 26 Juli – 1 Agustus 2018, bertempat di Auditorium Bale Santika Universitas Padjajaran, Bandung.

“Kami tahu ada lomba ini H-3 pendaftaran melalui Instagram. Terus kami diskusi dulu mau ikut atau enggak, soalnya juga masih ada jadwal praktik di rumah sakit. Akhirnya kami daftar H-2 pendaftaran dengan persiapan menuju lomba yang mepet banget,” terang Retno, anggota tim Tari Saman FKp yang ikut berlaga di Meditacion.

Persiapan yang terbatas, perbedaan jadwal praktik di rumah sakit oleh masing-masing anggota tim, serta perubahan konsep gerakan tari, berhasil diatasi anggota tim. Dengan cepat para penari melakukan persiapan serta latihan sebelum mengikuti lomba.

Tim Tari Saman berangkat besama tim badminton, solo vocal, dan vocal group, pada Sabtu (28/7) lalu. Tim Tari Saman FKp UNAIR berangkat bermodal keinginan besar untuk menjadi bagian dari sejarah yang menuliskan tinta prestasi selama menjadi mahasiswa UNAIR.

Tim Saman FKp UNAIR seusai diaulat menjadi Juara I kategori tari Saman di depan Auditorium Bale Santika UNPAD, Bandung. (Dok. Pribadi)

“Tim Saman mendapat nomor urut terakhir. Alhamdulillah lancar dan mendapat apresiasi yang positif dari dewan juri,” kenang mahasiswi asal Surabaya itu.

Eno, sapaan karib Retno, menuturkan kebanggaannya dapat mengikuti kompetisi yang mempertemukan  calon tenaga kesehatan se-Jawa Bali itu.

“Selain memperebutkan kejuaraan, dalam kegiatan ini poin penting yang kami dapat adalah bisa menjalin silahturahmi dengan tim saman dari universitas lain. Serta, mahasiswa kesehatan se-Jawa Bali. Kami sangat berharap bisa bekompetisi tingkat internasional untuk membawa nama besar UNAIR,” pungkasnya. (*)

Penulis : Wiwik Yuni Eryanti Ningrum

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone