Pentas teater mahasiswa FKM UNAIR di Balai Desa Brangkal, Kepohbaru, Bojonegoro, Sabtu (4/8). (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Dalam mengaplikasikan keilmuan untuk masyarakat, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) tidak melulu hanya melakukan penyuluhan maupun sosialisasi kesehatan, melainkan juga bermain teater. Begitulah yang dilakukan mahasiswa FKM Universitas Airlangga yang mengikuti Praktik Kuliah Lapangan (PKL) di Balai Desa Brangkal, Kepohbaru, Bojonegoro, Sabtu (4/8). Mereka mementaskan teater dengan judul Lidah Mertua.

Teater yang diperankan langsung oleh mahasiswa FKM itu mengisahkan seorang anak menantu yang hamil namun terkena pre-eklamsi karena terlalu sering mengkonsumsi ikan asin. Ditambah, suami yang sering merokok di dalam rumah dan ibu mertua yang percaya terhadap mitos-mitos. Seperti mitos memakan sayuran hijau dapat menyebabkan darah tinggi serta memakan telur dapat menyebabkan bayi berbau amis saat lahir.

“Penyuluhan tentang rokok dan hipertensi sudah sering dilakukan dengan metode ceramah. Maka kami membuat metode penyuluhan berupa teater yang berbeda dari metode-metode sebelumnya,” ujar Yusuf, ketua PKL Desa Brangkal.

“Kami mengambil cerita tentang anak menantu yang hamil dan terkena pre-eklamsi karena memang di Desa Brangkal ini pernah terjadi kasus ibu hamil meninggal karena pre-eklamsi. Nah, kami ingin mencegah hal tersebut terjadi lagi dengan melakukan edukasi melalui teater. Kami juga memberikan pengetahuan tentang BPJS yang memang harus dimiliki oleh masyarakat,” tambahnya.

Pentas teater yang mengajak sekretaris desa, bidan desa, dan kader kesehatan di Desa Brangkal ini cukup menarik perhatian masyarakat. Sebab, teater juga menampilkan pertunjukan dari murid sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah setempat.

“Acara ini cukup bagus karena bisa untuk membantu perilaku dan cara berfikir masyarakat desa yang masih mempercayai mitos. Dari teater ini masyarakat jadi lebih  mudah mengerti, informasi yang disampaikan mudah mengena karena berbeda dari yang pernah ada,” ungkap Siti Khoiriyah, bidan Desa Brangkal.

Pentas teater menjadi penutup PKL mahasiswa FKM di Desa Brangkal setelah melaksanakan tiga acara sebelumnya. Ketiga program kerja yang telah terlaksana yaitu pembuatan buku panduan memasak MP-ASI bagi bayi 0-11 bulan, demo masak MP-ASI dan lomba masak MP-ASI, serta kajian Islam mengenai hipertensi pada ibu hamil. (*)

Oleh : Deviyanti Wahyu Izati (mahasiswa PKL FKM UNAIR)

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone