Menteri Perdagangan Berikan Kuliah Umum di FEB UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita memotong pita sebagai penanda dibukanya FTA Center dan Pusat Edukasi Perdagangan Internasional Universitas Airlangga dengan didampingi jajaran pimpinan FEB UNAIR. (Foto: Feri Fenoria Rifa’i)
MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita memotong pita sebagai penanda dibukanya FTA Center dan Pusat Edukasi Perdagangan Internasional Universitas Airlangga dengan didampingi jajaran pimpinan FEB UNAIR. (Foto: Feri Fenoria Rifa’i)

UNAIR NEWS – Sejumlah kebijakan infrastruktur, khususnya bidang perdagangan ekspor, menjadi topik pertanyaan sejumlah mahasiswa Universitas Airlangga pada Rabu Sore (8/8). Khususnya berbagai pertanyaan itu ditujukan langsung kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat mengisi kuliah umum bertema ”Mendorong Kinerja Ekspor Nasional di Tengah Ketidakpastian Global”.

Enggartiasto diundang sekaligus turut memperingati Dies Natalis Ke-57 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR di Aula Fadjar Notonegoro. Dalam paparannya, terutama menjawab sejumlah pertanyaan, dia mengaku sangat senang dan bangga atas keingintahuan mahasiswa yang beragam.

Enggartiasto menilai hal tersebut salah satu hal yang sangat positif. Mengingat, tantangan problematika era kekinian sangat kompleks. Mahasiswa, kata dia, mesti memiliki budaya peduli, kritis, dan solutif.

”Saya sangat senang dengan mahasiswa yang banyak bertanya. Jangan monoton. Kita juga mesti membiasakan iklim pendidikan yang problematik dan penuh tantangan. Dan, selanjutnya abdikan diri dengan segenap kemampuan berkontribusi kepada society, bangsa dan negara,” katanya.

Terkait upaya mendorong kinerja ekspor, Enggartiasto menyatakan bahwa infrastuktur menjadi salah satu kerangka upaya menunjang itu. Dia juga mengakui adanya kekurangan. Namun, upaya menuju pembenahan kini terus dilakukan pemerintah.

Enggartiasto menunjukkan kolaborasi kerja dengan Kementerian Pertanian. Komitmen berusaha mewujudkan kinerja nyata terbangun antar-kementerian. Misalnya, capaian ekspor 60 ribu ekor kambing perdana ke Malaysia pada Juni 2018.

Menanggapi anggapan sejumlah masyarakat soal tarif tol yang mahal, Enggartiasto menilai itu sebagai pilihan. Acuan pembangunan tol tersebut juga ditujukan untuk mempermudah distribusi barang. Khususnya meningkatkan kinerja ekspor Indonesia.

Pemerintah juga terus melakukan perbaikan jalur arteri bila pengin yang gratis. Menurut Enggartiasto, hal itu bukan berarti pemerintah mempersulit. Justru anggapan, mindset, mahal perlu diubah karena segala sesuatunya butuh pembiayaan.

”Menentukan pertumbuhan ekonomi, kita tidak boleh berpikir berapa kontribusi dari APBN. Sebab, APBN merupakan stimulus,” ujarnya.

Namun, yang benar sesuai dengan yang dikatakan presiden, kuncinya adalah investasi dan ekspor. Karena itu, banyak kebijakan yang dibuat dan intensif untuk menarik investasi. Terlebih investasi berorientasi pada ekspor.

Perlu diketahui, dalam acara itu, dekan FEB UNAIR Dian Agustia juga menyerahkan rekomendasi kebijakan kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita soal peningkatan ekonomi. Selain itu, bersama jajaran pimpinan FEB UNAIR, Enggartiasto meresmikan secara simbolis pembukaan FTA Center dan Pusat Edukasi Perdagangan Internasional Universitas Airlangga. (*)

Penulis: M. Najib Rahman/ Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu