BEM Universitas Airlangga berfoto bersama perwakilan Universitas Nusantara PGRI Kediri usai studi banding Senin (30/7), di Kantor Manajemen Kampus C UNAIR. (Dok. BEM UNAIR)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – BEM Universitas Airlangga menyambut hangat kunjungan mahasiswa dari Universitas Nusantara PGRI Kediri, Senin (30/7). 25 mahasiswa perwakilan Universitas Nusantara PGRI Kediri disambut oleh Presiden BEM UNAIR beserta jajaran di ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR.

Dalam kunjungan itu, Universitas Nusantara PGRI Kediri melakukan studi banding tentang pengalaman serta keorganisasian yang ada di UNAIR, khususnya BEM. Ketua BEM UNAIR 2018/2019 Galuh Teja Sakti dalam sambutannya berharap agar kedua perguruan tinggi dapat bersilaturahim dan saling berbagai pengalaman.

Selanjutnya, Teja sapan karibnya, mengenalkan setiap menteri yang ada di susunan keorganisasian BEM UNAR. Tak lupa, ia berbagi informasi seputar organisasi mahasiswa yang ada di UNAIR, baik tingkat fakultas maupun universitas.

Dalam kunjungan itu, BEM UNAIR juga berbagi informasi mengenai Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Mengingat, reputasi UNAIR cukup baik dalam kegiatan tahunan yang diprakarsai oleh Kemenristekdikti itu. Secara detail, penjelasan perihal PIMNAS disampaikan oleh Inas Pramitha, Menteri Keilmuan BEM UNAIR yang tercatat dua kali lolos PIMNAS.

Selanjutnya, kunjungan itu membahas perihal sistim pembagian saham pada program kerja Kementerian Badan Usaha Kreatif yang ada di BEM UNAIR. Mengingat, BEM Universitas Nusantara PGRI Kediri berkeinginan menambah kas seperti yang telah dilakukan BEM UNAIR.

Sementara itu, pengabdian masyarakat (pengmas) sebagai salah satu kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi topik yang tak kalah menarik dalam studi banding itu. Perhal pengmas, BEM UNAIR berbagi pengalaman tentang kegiatan Abdi Desa yang sudah tiga tahun berturut-turut menjadi salah satu agenda besar Kementerian Pengabdian Masyarakat. Hal-hal yang dibahas meliputi desa mitra, sumber daya alam, serta sumber daya manusia yang dikembangkan dalam kegiatan pengmas.

Sebagai penutup acara, Teja menekankan bahwa agar studi banding menjadi bagian dari terjalinnya silaturahmi yang baik antar universitas yang ada di jawa timur khususnya, serta Indonesia secara lebih luas.

“Saya berharap dengan rutin diadakan kegiatan ini, jalinan silaturahmi antar BEM dapat terjalin dengan baik,” tutup Teja yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UNAIR. (*)

Penulis : Wiwik Yuni Eryanti Ningrum

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone