Perpustakaan desa di Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, yang diinisiasi oleh tim KKN UNAIR. (Dok. Tim KKN)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Berdasarkan data yang dihimpun Perpustakaan Nasional tahun 2017, frekuensi membaca masyarakat Indonesia rata-rata hanya 3-4 kali kali per-minggu. Sementara jumlah buku yang dibaca rata-rata hanya dalam angka 5-10 buku per-tahun. Kemampuan literasi masyarakat yang tinggi akan berpengaruh pula terhadap kualitas sumber daya manusia.

Di banyak daerah terpencil, minat baca masyarakat masih kurang lantaran minimnya buku bacaan yang dapat diakses. Memberi solusi atas permasalahan itu, mahasiswa tim Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) 58 di Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mendirikan perpustakaan desa.

Untuk mensukseskan berdirinya perpustakaan, tim KKN menggalang donasi berupa buku bacaan dengan memanfaatkan media sosial. Selain itu, masing-masing anggota KKN juga menyumbangkan buku untuk suksesnya pendirian perpustakaan. Adapun buku-buku yang terkumpul berupa buku bacaan, pelajaran sekolah untuk siswa tingkat SD-SMA, agama, novel, dan buku edukatif lainnya.

Perpustakaan desa di Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, yang diinisiasi oleh tim KKN UNAIR. (Dok. Tim KKN)

Kepala Desa Sidojangkung Sugiyanto mengungkapkan, hadiah tim KKN berupa perpustakaan desa diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat setempat.

“Tentu tidak bisa dipaksakan untuk membaca kalau tidak memberi fasilitas buku-buku itu. Maka perpustakaan harus dapat mengambil peran yang tepat. Minat baca ini yang harus ditingkatkan dan diperjuangkan agar mereka (anak-anak dan masyarakat, Red) tertarik untuk membaca,” ujar Sugiyanto.

Perpustakaan di Desa Sidojangkung ini selain menyediakan buku bacaan juga dilengkapi dengan hiasan dan mading. Tujuannya, untuk menarik perhatian masyarakat setempat agar membaca di perpustakaan.

Dengan adanya perpustakaan daerah, diharapkan seluruh lapisan masyarakat di Desa Sidojangkung dapat memperoleh informasi dari buku bacaan dengan mudah. Tujuannya tentu untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki minat baca dan pengetahuan yang tinggi, sehingga dapat menciptakan masyarakat dengan sumber daya yang berwawasan luas.

Perpustakaan desa ini diresmikan pada Jum’at (27/7) oleh kepala desa Sidojangkung. Peresmian dilakukan bersamaan dengan kegiatan penutupan KKN yang bertempat di Balai Desa Sidojangkung,  Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. (*)

Penulis: Fatikhul Muflich (Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia, Ketua Tim KKN-BBM Desa Sidojangkung)

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone