Amerta
Kreasi Mahasiswa Baru 2018 Sambut 2 Dekade Reformasi. (Foto: Nuri Hermawan)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Pelaksanaan kegiatan hari pertama Amerta Candradimuka telah usai. Serangkaian kegiatan hari pertama diisi dengan roleplay, donasi buku dan permainan tradisional, serta diakhiri display UKM Pancatirta. Memasuki hari kedua Amerta Candradimuka, pihak panitia sudah menyiapkan berbagai kegiatan yang tentu memacu pembentukan karekter para mahasiswa baru menjadi agen perubahan. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah pembuatan 800 mading. Berikut akan UNAIR NEWS sajikan berbagai rangkaian kegiatan Amerta 2018 dalam “Liputan Khusus Amerta untuk Ksatria Muda Airlangga”

Mahasiswa dan reformasi seakan menjadi 2 kata yang lekat sekali dan tak terpisahkan dalam 2 dekade ini. Reformasi menjadi saksi bahwa mahasiswa mengambil peran penting menuntaskan praktik kapitalisme dan sikap otoriter pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Soeharto kala itu. Hal itu mendorong Amerta UNAIR dalam serangkaian kegiatan “Amerta Candradimuka”, untuk meneruskan perjuangan para aktivis melalui kegiatan pembuatan mading oleh mahasiswa baru (07/08).

“Pembuatan mading merupakan inovasi terbaru dari panitia Amerta. Dalam menyemarakkan 20 tahun reformasi, kami mencanangkan kegiatan pembuatan mading itu,” jelas Muhammad Abdul Chaq mahasiswa Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UNAIR.

Pembuatan mading itu, paparnya, mengangkat isu atau subtema pendidikan, ekonomi, sosial budaya, politik, dan kesehatan yang marak beredar di media massa, kemudian dijadikan sebagai konten dari mading yang dibuat. Panitia Amerta membebaskan para mahasiswa dalam pengisian konten entah puisi, pantun, artikel biasa, dan berbagai desain lain.

“Konten yang dibuat berpedoman pada tema besar yang diangkat yaitu 20 tahun reformasi Indonesia,” tutur Abdul Chaq

Laki – laki yang kerap disapa Chaq itu menguraikan pembuatan mading bagi mahasiswa baru bertujuan untuk membangun rasa solidaritas dan kerjasama dalam kelompok. Selain itu juga sebagai sarana pemantik sikap kritis dan kepekaan mahasiswa baru dalam melihat setiap fenomena yang ada di sekitarnya. Dalam proses mengerjakan tugaspun para mahasiswa baru akan belajar bagaimana cara memanajemen waktu dengan baik sebab waktu pengerjaannya memang terbatas.

“Ketentuan lebih detail, mahasiswa baru bisa memantau official account medsos kami,” tegas Chaq

Chaq berujar bahwa hasil pembuatan mading masing-masing ksatria akan dinilai oleh panitia Amerta. Total 800 mading kemudian dikumpulkan di satu titik (di halaman depan rektorat). Beberapa mading terbaik nanti bakal dijadikan sebagai dekorasi acara Amerta Abiseka. Sekaligus menjadi penutup acara Amerta pada tanggal 11 Agustus mendatang.

“Terhitung para ksatria mengumpulkan 800 mading, mading-mading ini akan kita susun menjadi puzzle bertuliskan UNAIR 2018,” jelas Chaq

Sementara itu, pasca pembuatan mading juga dilaksanakan upacara seremonial yang dipimpin oleh Dr. M. Haddi Subhan, SH., MH., CN. selaku Direktur kemawahasiswaan UNAIR, didampingi oleh beberapa wakil kemahasiswaan dan Presiden BEM UNAIR. Dalam upacara, Dr. M. Hadi kembali menegaskan sejarah reformasi dan peran mahasiswa pada era reformasi 1998.

“Pesan beliau kurang lebih menghidupkan kembali semangat para mahasiswa.supaya terpacu menjadi agen perubahan,” pungkas Chaq

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone