DRS. Musa memberikan wejangan kepada peserta dauroh tahfidz untuk menjaga dan meningkatkan hafalan Alquran. (Foto: Istimewa)
DRS. Musa memberikan wejangan kepada peserta dauroh tahfidz untuk menjaga dan meningkatkan hafalan Alquran. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Setelah terlaksana sejak Rabu (1/8), program Dauroh Tahfidz Universitas Airlangga 2018 resmi ditutup pada Selasa (7/8). Acara penutupan kali ini diwakili Drs. Musa selaku pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Tahfidzul Qur’an (UKM TQ) beserta Ustadz Ali Tamam.

Penutupan diawali dengan khataman tiga puluh juz Alquran yang dimulai sejak bakda shubuh hingga selepas shalat Ashar. Acara dilanjutkan dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban oleh Muhammad Jazil Ainul Yaqin yang merupakan ketua UKM TQ sekaligus ketua pelaksana Dauroh Tahfidz tahun ini. Jazil, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya Dauroh Tahfidz.

Sementara itu, Drs. Musa berpesan kepada para peserta Dauroh Tahfidz untuk senantiasa menjaga hafalan. Mahasiswa diharapkan bukan hanya sekadar hafal, melainkan juga mengamalkan nilai-nilai Alquran serta mendakwahkannya.

“Jangan sampai kesibukan menjadikan kita melalaikan hafalan. Kami berharap setelah kegiatan ini, peserta dauroh tahfidz tetap menjaga dan melestarikan hafalan Alquran,” ujarnya.

Drs. Musa juga berharap kegiatan semacam itu dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan. Tak berhenti sampai di sini. Peserta juga diharapkan bisa mengajak mahasiswa baru untuk menghidupkan UKM TQ. Terlebih membantu teman-temannya untuk belajar dan menghafal Alquran.

Pada kesempatan penyampaian pesan dan kesan, salah seorang peserta Dauroh Tahfidz Hannan Abdullah mengungkapkan rasa syukurnya. Hannan merupakan peserta kelompok hafalan lima juz yang memiliki kelebihan dibanding peserta lainnya. Meski dia seorang tunanetra, semangat hafalannya sangat luar biasa.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada semua yang telah memberikan dukungan, semangat, dan bantuan. Saya sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari kegiatan yang bermanfaat ini,” ungkapnya.

”Kepedulian teman-teman yang tinggi membuktikan bahwa teman-teman selama ini tidak hanya menghafal di lisan, melainkan telah meresap ke hati dan mengamalkannya,” imbuhnya.

Di pengujung acara, seluruh peserta melakukan doa bersama yang dipimpin Ustadz Ali Tamam. Selain wujud rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan, hal itu bermaksud sebagai bentuk pengharapan agar kelak peserta senantiasa mencerminkan akhlak Qurani dan menebar kebermanfaatan bagi sesama. (*)

Penulis: Zanna Afia Deswari

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone