Wakil Rektor I UNAIR Prof Djoko Santoso memberikan selamat kepada 188 dokter baru usai dilantik. (Foto: Sefya Hayu Istighfaricha)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali berkontribusi meluluskan dokter baru. Kali ini sebanyak 188 dokter dilantik oleh Dekan FK UNAIR Prof. Dr. dr. Soetojo, SpU (K). Prosesi pengambilan sumpah dan janji 188 dokter baru berlangsung khidmat di Aula FK UNAIR, Rabu (25/7).

Acara pelantikan dokter baru periode III tahun 2018 menambah jumlah lulusan dokter yang dihasilkan oleh fakultas kedokteran tertua kedua di Indonesia ini. Tercatat sejak tahun 1954 hingga sekarang, FK UNAIR telah meluluskan 10.253 orang dokter.

Kegembiraan tidak saja dirasakan oleh keluarga, Wakil Direktur Pendidikan Profesi & Penelitian FK UNAIR Dr. Anang Endaryanto, dr., SpA(K) pun turut berbahagia.

Kelulusan para dokter baru ini tentu bukan tanpa perjuangan. Anang salut dengan usaha keras mereka terlebih selama para lulusan dokter baru ini masih menjadi dokter muda (DM). Sebelum lulus dokter, para DM ini harus menempuh pendidikan klinik (KOAS) di rumah sakit.

Selama di sana, mayoritas mereka menjadi co-asisten dari mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) maupun perawat dalam menjalankan tugas melayani pasien di rumah sakit.

“Diam-diam kami telusuri, ternyata kehadiran para dokter muda ini sangat membantu tugas perawat di rumah sakit. Bahkan dari informasi pasien langsung, para DM ini melayani dengan ramah dan bertugas melebihi perawat yang berjaga,” ungkapnya.

Menyikapi kemajuan teknologi saat ini, Anang mengimbau agar lulusan dokter terpacu meningkatkan skill dan kualitas pelayanan kepada pasien.

“Setelah lulus, musuh terbesar kalian adalah ketidakpercayaan masyarakat atas kualitas dokter di Indonesia. Kita tak bisa pungkiri, masyarakat masih banyak yang memilih berobat ke luar negeri,” ungkapnya.

Kemajuan teknologi informasi telah memudahkan akses pelayanan bagi generasi dokter di masa mendatang, namun bukan tanpa cela. Menurutnya jika generasi dokter mendatang tidak mampu menyesuaikan diri, maka tanpa disadari dapat mengakibatkan ketergantunga pada teknologi. Salah satunya kecanduan medsos.

Kecanduan medsos secara umum akan mempengaruhi kualitas pelayanan antara dokter dengan pasien. sehingga mengakibatkan  ketidakpekaan dan kurang empati pada lingkungan sekitar.

Untuk itu, Anang mengimbau kepada lulusan dokter baru agar dapat menggunakan teknologi secara bijak. Sehingga proses pelayanan pasien berjalan baik.

“Jangan sampai gara-gara keasikan pakai gadget, akibatnya dokter jadi kurang peka pada kebutuhan pasien,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan FK UNAIR Prof. Dr. dr. Soetojo, SpU (K) optimis jika lulusan dokter FK UNAIR merupakan lulusan yang berkualitas. Sebagaimana pencapaian akreditasi internasional pada program studi S1 Pendidikan Dokter yang telah terakreditasi oleh World Federation Medical Education (WFME) Internasional serta ASEAN University Networking-Quality Assessment (AUN-QA).

Selain prodi S1 Pendidikan Dokter, sebanyak 43 program studi di dalamnya  juga telah terakreditas oleh LAM-PTKes dengan perolehan nilai A pada keseluruhan prodi. Capaian lainnya juga mencakup pada prosentase kelulusan pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD), yakni mencapai angka 99 persen kelulusan.

“Dari sekitar 2.500 dokter peserta UKMPPD se-Indonesia, peserta dari FK UNAIR hanya delapan orang yang belum lulus,” ungkapnya.

Menurutnya, mutu pendidikan FK UNAIR yang berkualitas perlu diimbangi dengan loyalitas para lulusan dokter. Mengingat penyebaran tenaga dokter di Indonesia belum merata dan masih terpusat di perkotaan, Prof Soetojo mengimbau agar para lulusan dokter FK UNAIR  bersedia mengabdi ke berbagai daerah perifer.

“Ini kesempatan bagi kalian untuk beramal lebih luas lagi. Masyarakat pelosok membutuhkan kalian,” ungkapnya. (*)

Penulis: Sefya Hayu Istighfaricha

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone