Cerita Anak Petani Lulus Dokter dengan Segudang Prestasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Jazil Ainul Yaqin Nur Hidayat, dr. lulus dokter FK UNAIR dengan bantuan biaya pendidikan Bidikmisi. (Foto: Sefya Hayu Istighfaricha)

UNAIR NEWS Acara pelantikan dokter periode III Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) yang berlangsung beberapa waktu lalu menjadi momen membahagiakan bagi 188 lulusan dokter yang baru dilantik. Hal itu dirasakan pula oleh Moch. Jazil Ainul Yaqin Nur Hidayat, dr.

Jazil begitu ia biasa disapa adalah satu dari 14 orang lulusan dokter FK UNAIR yang lulus S1 Pendidikan Dokter melalui jalur beasiswa Bidikmisi, dengan perolehan IPK profesi sebesar 3,59. Jazil mengaku lega lantaran bisa menyelesaikan pendidikan dokter setelah melalui berbagai rintangan.

Berangkat dari keluarga sederhana, membuat laki-laki kelahiran Nganjuk, 7 Januari 1994 ini sempat tak yakin bakal menempuh pendidikan di fakultas kedokteran.

Boro-boro jadi dokter, bisa kuliah saja saya belum berani mimpi pada saat itu,” ungkapnya.

Sejak SMA, Jazil hanya berfikir bagaimana caranya bisa segera lulus kuliah dan secepatnya mendapatkan pekerjaan. Namun keinginannya seketika berubah ketika mendengar ada program Bidikmisi dari UNAIR. Ia pun menggantungkan asa dengan mengikuti SBMPTN dan memilih jurusan kedokteran FK UNAIR sebagai satu-satunya pilihan.

“Awalnya deg-degan, apa iya mahasiswa dengan beasiswa Bidikmisi bisa terus kuliah di FK. Karena yang kita tahu biaya kuliah di sini tidak sedikit. Tapi ternyata benar, selama kami kuliah pihak universitas dan kemahasiswaan sangat mendukung. Nggak ada yang namanya diskriminasi,” ujarnya.

Pekerjaan orang tua sebagai petani di Desa Mlilir, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, membuat Jazil harus putar otak untuk memenuhi biaya hidup sebagai anak perantauan. Dengan keterbatasan yang ada, Jazil mengaku terbantu dari uang saku beasiswa sebesar 600 ribu rupiah yang ia peroleh setiap bulan.

“Sepersen pun saya tidak mengeluarkan biaya kuliah. Malah bisa nabung sedikit demi sedikit dan setiap kali pulang ke rumah bisa ngasih sedikit ke orang tua. Masih cukup untuk biaya hidup, walaupun harus super hemat mengelolanya,” ungkapnya.

Sejak awal, anak kedua dari tiga bersaudara ini berkomitmen ingin hidup mandiri tanpa membebani kedua orang tua. Selain ditopang dari uang beasiswa, Jazil merasa kemudahan datang setiap kali ia berhasil menjuarai perlombaan karya tulis ilmiah, serta diundang sebagai pemateri di berbagai acara mutsabaqah tilawatil Quran.

“Pernah suatu ketika uang beasiswa telat cairnya, padahal sudah nggak punya uang. Kepikiran ingin kerja tapi jadwal kuliah padat, minta orang tua juga sungkan. Akhirnya puasa daud dan ngutang selama empat bulan,” kenangnya.

Selama kuliah, Jazil aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan. Tahun 2016 lalu ia dipercaya oleh salah satu ormawa untuk  mendirikan UKM Seni Religi di UNAIR. UKM ini bergerak di bidang kesenian Islam seperti banjari, nasyid, tilawah Al-Quran, dan kaligrafi.

Tahun 2017, Jazil kembali mendirikan UKM Tahfidzul Quran sekaligus didapuk menjadi ketua pada UKM tersebut selama dua tahun.

Berkat ketekunannya selama ini, Jazil sukses memenangkan sejumlah kejuaraan kompetisi karya tulis ilmiah. Antara lain dua kali menyabet juara di Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) UNAIR selama dua tahun berturut-turut di tahun 2012 dan 2013, serta juara tiga lomba poster ilmiah tingkat nasional di Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2014.

Selain bidang ilmiah, Jazil juga tercatat pernah menyabet sejumlah kejuaraan pada lomba MTQ tingkat nasional, dan memenangkan beberapa kejuaraan bersama tim.

Lulus dengan gelar dokter (dr) tak lantas membuat Jazil puas begitu saja. Setelah mengikuti program internship selama satu tahun, Jazil berencana melanjutkan pendidikan dokter spesialis dan mewujudkan mimpinya menjadi dokter yang mengabdi di daerah terpencil.

“Kunci kesuksesan bagi saya adalah ridlo orang tua. Harus berusaha semaksimal mungkin dan mendekatkan diri pada Tuhan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Sefya  H Istighfaricha

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu