ALFYAN Wahyu Ramandhan (putra), mahasiswa Fakutas Hukum (FH) Univeritas Airlangga, bersama Cherissa Wahyu Pramais (putri) dari Universitas Brawijaya dinobatkan sebagai pemenang utama Duta Bahasa Jawa Timur 2018. (Foto: Istimewa)
ALFYAN Wahyu Ramandhan (putra), mahasiswa Fakutas Hukum (FH) Univeritas Airlangga, bersama Cherissa Wahyu Pramais (putri) dari Universitas Brawijaya dinobatkan sebagai pemenang utama Duta Bahasa Jawa Timur 2018. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Alfyan Wahyu Ramadhan, mahasiswa Fakutas Hukum (FH) Univeritas Airlangga, berhasil menjadi juara I dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Jawa Timur 2018 pada Kamis (30/7) di Balai Bahasa Jawa Timur. Dengan menang di tingkat provinsi, Alfyan berkesempatan mengikuti ajang yang sama di tingkat nasional pada Agustus mendatang.

Sebelum menjadi pemenang, Alfyan terlebih dahulu mengikuti proses seleksi yang terdiri atas menulis esai bertema kebahasaan. Selanjutnya adalah wawancara dengan tiga topik utama. Yakni, wawasan kebahasaan, bahasa asing, budaya, dan sastra.

Bagi Alfyan, meningkatkan potensi diri merupakan sesuatu yang sangat penting. Berbagai persiapan dilakukan meliputi membaca artikel atau isu-isu kebahasaan dan belajar Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Meski demikian, mahasiswa semester V tersebut mengakui kurangnya informasi mengenai kebahasaan menjadi salah satu kendala bagi dirinya.

”Pengalaman menyenangkan bagi saya saat mengikuti ajang ini adalah bertemu dengan pemuda-pemudi yang peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia dan daerah dari hampir semua kabupaten atau kota di Jawa Timur. Kami saling bertukar ide dan gagasan yang menurut saya itu adalah hal yang baik,” ujar Guk Sidoarjo 2017 tersebut.

Setelah terpilih menjadi pemenang, Alfyan memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan krida kebahasaan yang telah dibuat. Termasuk menjadi mitra Balai Bahasa Jatim melakukan sosialisasi program-program balai bahasa.

”Banyak membaca mengenai isu-isu sastra, kebahasaan, dan budaya. Selain itu, pelajari uji kemahiran bahasa Indonesia sebagai tolak ukur kemahiran kita dalam berbahasa, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai beberapa bahasa asing,” tuturnya saat ditanya soal tips untuk calon peserta.

Selain Alfyan, ada beberapa mahasiswa UNAIR lainnya yang turut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Mereka adalah Ahmad fauzi, mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), dan Rininta Oktavira Kristanti, mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Keduanya menjadi pasangan terbaik II. Serta, Aulia Firdaus Brilianti, mahasiswa dari Fakultas Imu Sosial dan Politik (FISIP) sebagai pasangan Putri Terbaik III. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone