Tingkatkan Skill Marketing Mahasiswa, PPKK hadirkan BFI Finance

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PPKK
Medy Mirdianata yang berada di sisi paling kiri, di tengah 3 mahasiswa pemenang game marketing, dan Sigit Eko Siswoyo di sisi paling kanan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Perkenalkan Marketing PPKK UNAIR adakan acara bertajuk “How Exactly Marketing Works” bersama BFI Finance. Acara rabu terakhir Juli (25/07) yang merupakan acara rutin bulanan dilakukan Aula Parlinah, Perpustakaan Kampus B, UNAIR dengan dipandu oleh 2 pembicara dari BFI Finance yaitu Medy Mirdianata, Area Manager BFI Regional 7A Jatim serta Sigit Eko Siswoyo, Branch Manager Dealer Financing BFI Surabaya.

Di awal acara, pembicara pertama Medy menjelaskan tentang profil perusahaan BFI Finance tempatnya bekerja. Terdapat hal menarik yang diungkapkan Arena Manager tersebut bahwa ia telah 20 tahun bekerja di sana.

“Saya sudah 20 tahun kerja di BFI Finance sampai sekarang. Disini ada jenjang karir dengan tes sertifikasi,” jelas Medy lengkap mengenai BFI Finance

Selanjutnya, di pandu oleh Sigit peserta diajak mengetahui tentang Marketing lebih dalam pasalnya tak semua yang ikut adalah Mahasiswa dari rumpun ekonomi. Beragam asal peserta tersebut menunjukkan keantusiasan dalam kegiatan ini.

“Dari dulu yang saya tahu Marketing itu ya Makelar Everything, apapun dijual. Ada mobil dijual, ada motor dijual, bahkan ada temen pun dijual,” jelas Sigit dengan pembawaan yang santai.

Sigit menjelaskan bahwa semua orang itu luar biasa dan istimewa dimanapun mereka berada. Hanya saja seberapa istimewa orang tersebut tercermin dari dirinya, dari apa yang ia pahami kemudian ia wujudkan adanya.

Tak terkecuali dengan perkenalan. Karena Marketing itu menawarkan sesuatu ke orang lain agat mau dibeli, maka si penawar harus bisa membekas di hati pembeli.

“Setiap orang dikenal orang lain dengan kesan yang berbeda-beda. Diri kita sebenarnya luar biasa. Sudah seharusnya orang luar biasa akan memberi kesan luar biasa pula,” jelas Sigit.

Selanjutnya, ketika orang menganggap diri orang lain biasa-biasa maka orang lain itu perlu introspeksi dan melihat ke dalam dirinya dan bertanya, Bagaimana cara lebih menjual kepada orang lain.

“Bukan menjual diri, maksudnya menjual potensi yang dimiliki sehingga orang lain melihat diri kita lebih hebas ‘Jos’,” tambah Sigit.

Kedua, setelah selain diri yang luar biasa. Ketika berbicara marketing maka akan terlintas dipikiran bagaimana bisa menjual. Oleh karena itu ada yang namanya persepsi. Setiap orang punya persepsi sehingga ada yang memilih tidak mendengarkan, acuh, ataupun antusias terhadap yang dijual padanya.

“Oleh karena itu, bagaimana berhasil atau tidak dalam marketing tergantung bagaimana kita membawa diri sehingga orang lain punya persepsi baik terhadap diri kira,” jelas Sigit.

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu