Ilustrasi
Ilustrasi oleh Feri Fenoria
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Telah bekerjasama sejak Gerbang Desa Jilid I dilaksanakan, pada Gerbang Desa Jilid IV UNAIR Mengajar masih turut andil dalam mensukseskan acara tersebut. Tim Pengajar tersebut nantinya akan mengisi kegiatan di SD dan TK yang ada di Kampung Jolosutro, Blitar.

Farid Taufiqi, ketua UNAIR Mengajar menjelaskan, kehadiran UNAIR Mengajar diharapkan dapat membantu meningkatkan semangat belajar siswa dan memotivasi  mereka untuk terus belajar. Bersama rekannya, Ayunda Rizki O (D3 Akuntansi), Manggala Soka Ayu S. A. (D3 Managemengt Perkantoran), Uyunur Amalia (Antropologi), dan beberapa relawan Gerbang Desa yang lain memberikan pelajaran mengenai cara cuci tangan yang baik, gosok gigi, pengetahuan gizi, dan cita-cita.

“Sebagai inisiatif moral sendiri, kami ingin membantu memperbaiki pendidikan dan memberikan motivasi untuk anak-anak di Jolosutro,” jelas Farid.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tersebut berlangsung dari pukul tujuh pagi hingga dua belas siang. Dilaksanakan di SDN Gondang Tapen, Kampung Jolosutro.

Menurut Farid, antusias anak-anak untuk mengikuti KBM bersama para mahasiswa cukup tinggi. Bahkan anak-anak tersebut pada jam setengah tujuh pagi sudah siap untuk berangkat sekolah. Hanya saja, ketika berhadapan dengan anak-anak, maka tim pengajar tidak bisa memaksa anak-anak untuk menuruti kehendak mereka. Sehingga, tim pengajar harus lebih fleksibel dan tidak memaksakan diri untuk harus sesuai dengan silabus.

Selain kegiatan belajar mengajar di kelas, rencananya UNAIR Mengajar juga akan memberikan parenting class untuk para orang tua khususnya ibu-ibu yang dijadwalkan pada Rabu (25/7). Namun karena terdapat beberapa hal yang terjadi, membuat agenda tersebut terpaksa untuk ditiadakan.

“Sebagai gantinya, kami menitipkan pada seluruh panitia yang tinggal bersama induk semang agar memberikan motivasi atau dorongan agar masyarakat menganggap pendidikan menjadi suatu hal yang penting,” jelas Farid.

Parenting class dianggap penting karena jika berbicara terkait pendidikan anak, maka pihak-pihak yang berperan tidak hanya pihak sekolah saja. Namun, pihak yang memiliki andil yang besar dalam pendidikan anak adalah orang tua. Untuk itu, parenting class perlu untuk membantun mindset orang tua terkait dengan pendidikan.

Seminggu berada di Jolosutro, hal yang paling berkesan untuk Farid adalah ketika dirinya melihat anak-anak berlatih puisi. Karena ternyata, dibalik kenakalan anak-anak ketika di kelas, mereka sangat bersemangat ketika diberi tugas untuk membaca puisi.

“Ada rasa bangga tersendiri ketika saya melihat anak-anak berlatih dengan giat untuk bisa membacakan puisi. Karena dibalik kenakalan mereka, antusias untuk belajar itu tinggi, meskipun sekedar belajar dan berlatih membaca puisi,”ucap Farid.

Farid berharap, kehadiran mahasiswa di kampung Jolosutro tersebut dapat menjadi contoh yang baik untuk adik-adik disana. Dapat memotivasi untuk meraih cita-cita dan semangat untuk belajar hingga SMA atau bahkan hingga kuliah.

 

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).