Tak Hanya di Jatim, Mahasiswa UNAIR Terlibat dalam KKN Citarum Harum

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa UNAIR melakukan edukasi cinta lingkungan kepada anak-anak Citarum dengan media panggung boneka. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Inovasi menarik baru saja diretas Universitas Airlangga dalam hal pengabdian masyarakat, khususnya terkait program Kuliah Kerja  Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM). Program KKN yang biasanya menerjunkan mahasiswa di regional Jawa Timur, mulai semester genap tahun 2018 ini telah dibuka program KKN “Citarum Harum” yang berlangsung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Bekerjasama dengan Telkom University, program KKN Citarum Harum bertujuan untuk merevitalisasi Sungai Citarum yang dinobatkan sebagai salah satu sungai terkotor di dunia. Selain itu, KKN ini sekaligus sebagai upaya melebarkan sayap pengabdian UNAIR di luar regional Jawa Timur. Keseluruhan kegiatan KKN berlangsung selama 2 minggu, terhitung sejak 9-20 Juli.

“Kami sudah banyak kegiatan dan pengabdian di Indonesia bagian timur. Makanya kami ingin berkiprah di Indonesia bagian barat juga,” ujar Prof Jusuf Irianto Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UNAIR.

Setelah dibuka secara resmi pada 9 Juli di Auditorium Gedung Damar Telkom University dan diumumkan desa masing-masing desa penempatan, 87 mahasiswa KKN UNAIR langsung terjun untuk melakukan survei. Survei ini untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung, sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat desa.

Selain program kerja yang dirumuskan masing-masing kelompok, KKN Citarum Harum memiliki agenda bersama yang wajib diikuti oleh seluruh kelompok KKN. Terdapat dua agenda wajib yang direncanakan, yakni penanaman pohon dan telemedicine.

Penanaman pohon bersama dilakukan pada hari Kamis, 19 Juli 2018 di Desa Sukamukti. Bersama elemen TNI Satgas Citarum Sektor 7, Telkom University, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan relawan-relawan Citarum Harum, total bibit pohon yang ditanam adalah 120 buah.

“Ada 6 jenis pohon yang ditanam,. Di antaranya pohon flamboyan, belimbing wuluh, matoa, bacang belibus, dan durian. Masing-masing jenis terdiri dari 20 bibit pohon. Jadi jumlah keseluruhan ada 120 bibit pohon yang ditanam,” terang Kol Kav Purwadi, Dansektor 7 Citarum.

Setelah aksi penanaman, diharapkan bibit-bibit dapat tumbuh menjadi pohon yang berbuah dan bermanfaat bagi warga sekitar Citarum.

Kedua telemedicine. Dr. Pratiwi Susilowati dari LPM UNAIR menuturkan, telemedicine adalah sistem komunikasi virtual yang dilakukan antara mahasiswa dilokasi, puskesmas, dan dosen.

“UNAIR sebagai narasumber akan memberikan atau mentransfer ilmu pengetahuan yang berkembang di institusi kami. Hal itu akan kami tularkan serta ajarkan kepada para dokter dan petugas puskesmas yang ada di sepanjang DAS Citarum,” terang Pratiwi.

Meski begitu, karena kurangnya persiapan di lapangan, akhirnya agenda telemedicine hanya digunakan untuk tes koneksi jaringan dan pelaporan kegiatan secara visual dan real-time. Harapannya, di kesempatan KKN Citarum Harum selanjutnya program telemedicine dapat terealisasi. Sehingga transfer ilmu sekaligus pencarian solusi atas problematika medis masyarakat desa dapat dibantu oleh tim akademisi UNAIR.

Mahasiswa UNAIR terlibat dalam penanaman pohon bersama, Kamis (19/7) di Desa Sukamukti. Kegiatan berlangsung bersama elemen TNI Satgas Citarum Sektor 7, Telkom University, Universitas Pendidikan Indonesia, dan relawan Citarum Harum. (Dok. Pribadi)

Program Kerja Lain

Selain dua agenda tersebut, setiap kelompok memiliki agenda masing-masing sesuai problem yang ada di desa. Di antara proker yang merekan jalankan adalah edukasi cinta lingkungan via media panggung boneka, lomba mengecat tong sampah, membuat insenerator, hingga mendampingi UMKM.

“Dalam mengedukasi rasa cinta lingkungan untuk anak SD, perlu pendekatan khusus agar mereka mengerti dan betah memperhatikan. Maka dari itu, kami memilih media panggung boneka yang membuat mereka dapat berimajinasi, terhibur, dan dapat dengan mudah mencerna pesan-pesan moral lingkungan,” kata Fauzan Iswahyudi menjelaskan aktifitas panggung boneka yang digagas ia dan tim.

Ternyata, panggung boneka yang digagas Fauzan dan tim mendapat apresisiasi positif dari siswa-siswi maupun bapak-ibu guru SDN Dayeuh Kolot 05.

Terakhir, Jumat (20/7), seluruh kelompok berkumpul kembali di Auditorium Gedung Damar Telkom University untuk mempresentasikan hasil KKN sekaligus penutupan. Dalam kesempatan itu, Pratiwi mengucapkan terimakasih yang medalam kepada semua pihak yang turut bekerjasama melancarkan KKN Citarum. Baik dari Telkom University, TNI, warga desa, dan elemen masyarakat lain.

“Saya bangga dengan jerih payah anak-anak sekalian. Saya berharap di kesempatan KKN selanjutnya UNAIR tetap ditempatkan di sektor 7 Citarum ini, agar komunikasi yang sudah terjalin dapat mempermudah proses KKN ke depan,” terang Pratiwi menutup sambutan.

Sebanyak 87 mahasiswa UNAIR terlibat dalam KKN Citarum Harum yang berlangsung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Dok. Pribadi)

Semoga program KKN Citarum Harum dapat dilanjutkan dan menjadi program KKN rutin di tiap semester. Selain sebagai upaya pelebaran sayap pengabdian, tentunya agar UNAIR dapat mengambil peran penting dalam target strategis nasional, yakni Citarum Harum di tahun 2025. (*)

Penulis: Muhammad Abdel Rafi (Mahasiswa peserta KKN Citarum Harum UNAIR)

Editor: Binti Q. Masuroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu