REKTOR UNAIR Prof. Dr. Muhammad Nasih, S.E., MT., Ak., CMA., (tengah) bersama jajaran pmipinan menekan tombol dimulainya pengerjaan bangunan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B dalam acara Groundbreaking Ceremony pada Senin (30/7). (Foto: Feri Fenoria Rifa’i)
REKTOR UNAIR Prof. Dr. Muhammad Nasih, S.E., MT., Ak., CMA., (tengah) bersama jajaran pmipinan menekan tombol dimulainya pengerjaan bangunan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B dalam acara Groundbreaking Ceremony pada Senin (30/7). (Foto: Feri Fenoria Rifa’i)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sejumlah fasilitas penunjang pendidikan terus dilengkapi Universitas Airlangga. Kali ini minimnya lahan parkir yang menjadi problem civitas akademika di Kampus B selama ini bakal segera teratasi.

Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Nasih, S.E., MT., Ak., CMA., menandai dimulainya pembangunan Gedung A Parkir Bertingkat Kampus B UNAIR pada Senin (30/7). Tepatnya di lokasi gedung itu berdiri, di sisi timur Gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), sisi timur Gedung Syariah Tower. Sesuai dengan rencana, ada sepuluh lantai yang bakal menampung kendaraan para mahasiswa dan dosen di gedung parkir tersebut.

Direktur Sarana dan Prasarana UNAIR Karnaji, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya melaporkan bahwa gedung itu akan dibangun empat lantai pada tahap I. Total bakal ada tiga gedung parkir di sana. Luas areanya mencapai 3.664 m persegi. Panjangnya, tambah dia, adalah 112 m dan lebar 32 m.

”Setiap lantai bakal dapat menampung sebanyak 124 mobil,” ujarnya dalam Groundbreaking Ceremony di Kampus B UNAIR.

”Lantai 1, rencananya untuk memuat motor, parkir motor. Itu dapat memuat sekitar 414 motor,” tambahnya.

Mengenai kapan bisa digunakan, Karnaji menyatakan bahwa pengerjaan proyek itu bakal berakhir pada akhir April 2019. Jadi, total pengarjaannya adalah sepuluh bulan. Dia juga berharap kesepakatan penyelesaiannya tidak molor.

”Kita harap minggu terakhir April, tahap I lantai 1 sampai 4 bisa selesai,” ujarnya.

Soal kesepakatan dengan kontraktor, pengerjaan gedung parkir bertingkat tersebut akan dikerjakan secara bertahap. Anggaran pada tahap pertama bernilai 54 miliar. Menurut dia, ada bagian yang sangat membutuhkan biaya tidak sedikit. Yakni, di lantai dasar.

”Ini terkait dengan pemancangan tiang. Jadi, ada 812 titik tiang. Masing-masing tiang, masing-masing lubang, ada tiga tiang. Nah, kita membutuhkan sekian ribu tiang,” sebutnya.

Karnaji menjelaskan, diproyeksikan bakal dibangun tiga bagian gedung parkir di sana. Yang saat ini dibangun merupakan gedung A. Gedung B bakal dibangun di tempat parkir FISIP saat ini. Di antara gedung A dan B, kata Karnaji, bakal dibangun penghubung di atas sungai sebagai gedung C.

”Jika ditotal, bangunan A, B, dan C membutuhkan dana sekitar 300 miliar,” ujarnya.

TIANG pancang langsung ditanam seusai ditekan tombol dimulainya pembangunan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B UNAIR. (Foto: Feri Fenoria Rifa'i)
TIANG pancang langsung ditanam seusai ditekan tombol dimulainya pembangunan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B UNAIR. (Foto: Feri Fenoria Rifa’i)

Sementara itu, Prof. Nasih menilai pembangunan itu menjadi solusi sekaligus hal yang harus segera dilakukan. Mengingat, tempat parkir di kampus B menjadi problem yang harus segera diselesaikan. Proses-proses pendidikan, tutur dia, harus tidak terganggu.

”Kalau kita lihat, di Fakultas Hukum saat kuliah di lantai 2, dengan minimnya lahan parkir, terdengar suara klakson karena sesaknya tempat. Belum lagi karena mobilisasi mahasiswa yang juga padat,” ujarnya.

Karena itu, Prof. Nasih berharap kehadiran sarana itu dapat menunjang dan mendukung kegiatan perkuliahan di Kampus B. Dia menilai penyediaan sarana parkir memang harus dimulai saat ini. Selain penyediaan sarana, Prof Nasih mengingatkan bidang kemahsiswaan turut mendukung langkah itu dengan pembuatan aturan terkait dengan kendaraan mahasiswa.

”Bisa saja direncanakan, mahasiswa S1 dan D3 tidak diperkenankan bawa mobil,” sebutnya.

Soal pengerjaan gedung, Prof. Nasih juga mengingatkan kontraktor untuk bergerak bersinergi bersama. Serta mengerjakan kesepakatan sesuai dengan rencana. Upaya itu, ungkap Prof Nasih, menjadi bentuk keseriusan UNAIR dalam memberikan fasilitas pendidikan bagi civitas. Terutama sebagai upaya meningkatkan kualitas melalui penyediaan sarana yang memadai.

”Semoga dalam prosesnya, pembangunan ini tidak mengalami kendala. Sekaligus pengerjaanya bisa sesuai dengan rencana yang disepakati. Kita berharap pada 2019, area parkir mahasiswa difokuskan di area sekitar sini (area gedung parkir baru, Red),” tuturnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria Rifa’i

Penampakan tiga bangunan Gedung Parkir Bertingkat Universitas Airlangga di Kampus C. (Foto: Feri Fenoria Rifa'i)
Penampakan calon Gedung Parkir Bertingkat Universitas Airlangga di Kampus C. (Foto: Feri Fenoria Rifa’i)

 

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone