penghargaan
KEPALA Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen. Pol. Drs. Machfud Arifin, SH., sedang memasangkan “PIN Bintang 2” di dada sebelah kiri H.M. Pribadi Arqam, SE., MM, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga angkatan 1980. Pak Pri menerima penghargaan sebagai mitra Polri berprestasi. (Foto: Pen Polda Jatim)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Ada pemandangan ganjil, istimewa, dan tidak biasa dalam peringatan Hari Bhayangkara 2018 di Lapangan Polda Jatim, pekan lalu. Seorang warga sipil itu berbaris ala militer bersama 16 perwira menengah Polri. Gaya berbarisnya tegap, bisa menyesuikan. Seirama. Tidak ada gestur berbeda diantara mereka. Setelah itu ia menerima penghargaan paling awal diantara belasan pamen Polri berprestasi tersebut.

Warga sipil itu adalah H.M. Pribadi Arqam, SE., MM., alumni Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga angkatan 1980, yang juga anggota Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA-UA). Di lingkungan sivitas UNAIR ia dikenal secara familier sebagai Pak Diar (pribaDI ARqam), karena sebagai pengusaha jasa cleaning service yang antara lain menangani kebersihan gedung-gedung di UNAIR.

Ditemui unair.news di Masjid Ulul ’Azmi Kampus C UNAIR, pertama-tama ia menyatakan rasa bersyukurnya bahwa, katanya, hanya Rahmat Allah semata hingga dirinya mendapat penghargaan bergengsi dari Kepolisian RI melalui Polda Jatim ini. Jadi, sifat penghargaan ini perorangan sebagai prestasi atas interaksinya dengan institusi Polri.

Piagam dengan Nomor: P/14/VI/HUM.I.I./2018 tertanggal 29 Juni 2018 itu ditandatangani oleh Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen. Pol. Drs. Machfud Arifin, SH. Tertulis dalam piagam tersebut bahwa ini diberikan atas kepedulian terhadap institusi Polri, Mengangkat citra Polri di mata masyarakat dan mampu mengkomunikasikan dengan berbagai elemen masyarakat sehingga tercipta situasi wilayah Jawa Timur yang kondusif.

Selain piagam, sebagai mitra kerja Polri, Pribadi Arqam juga menerima penghargaan berupa ”PIN Bintang 2”. Penghargaan PIN dari emas murni ini berdasarkan SK Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Nomor: Kep/1101/VI/2018 tanggal 29 Juni 2018. Istimewanya, dari 16 penerima piagam tadi, hanya dua yang menerima PIN emas. PIN untuk Pribadi dari Kapolda Jatim sedang PIN seorang anggota Polri dari Kapolri. Semua penghargaan itu disampaikan oleh Kapolda Jatim.

penghargaan
REKTOR Universitas Airlangga Prof. Moh Nasih (kiri) didampingi Sekretaris Universitas Koko Srimulyo (kedua dari kanan) dan Ketua PIH UNAIR Suko Widodo, mengapresiasi penghargaan Polri yang ditrerima oleh H.M. Pribadi Arqam (kedua dari kiri) sebagai mitra Polri berprestasi 2018. (Foto: Istimewa)

Seperti diketahui, menjelang peringatan Hari Bhayangkara Polda Jatim mencari anggota dan insan sipil yang selama ini berinteraksi positif dengan lembaga Polri. Tolok ukur jelas, sudah terkonsep: antara lain tokoh masyarakat, punya keperdulian tinggi terhadap Polri, dan beberapa elemen lain yang dijangkau secara person dalam upaya menciptakan situasi kondusif di Jatim.

Bagi yang belum mengetahui, pembaca akan bertanya: kok Pak Diar mendapat PIN Bintang 2 dari Polri? Ia menjelaskan bahwa sudah relatif lama dirinya dipercaya Polda Jatim sebagai Da’i Kamtibmas. Perannya, untuk selalu bersedia menjadi mata, telinga, dan corong dalam menegakkan pengamanan swakarsa. Aksi yang dilaksanakan, misalnya melakukan pendekatan ke masjid-masjid, ke kampus, dan masyarakat.

”Untuk tugas tersebut para da’i dibekali cara bagaimana mendekati masyarakat dan menyampaikan misi tugasnya. Misalnya mengenai ciri-ciri faham ekstrim/radikal, terorisme, perilaku menyimpang, dll. Di suatu kampus kok mahasiswanya sering kumpul-kumpul hingga larut, saya datang ke wakil rektornya atau dosen pembina kemahasiswaannya. Jadi kalau menemui hal-hal seperti itu saya boleh memberi penjelasan, meluruskan secara persuasif,” kata H.M. Pribadi Arqam sebelum berangkat ke Jakarta mengikuti rapat nasional Da’i Kamtibmas di Mabes Polri, 16-18 Juli 2018.

Dalam tugas sebagai Da’i Kamtibmas ini, ia selalu berkoordinasi dengan Bakin Kamtibmas di Polsek setempat. Sebenarnya pihak Polsek pun sudah mengetahui, sebab Surat Keputusan pengangkatan da’i dari Polda ini juga dikirim ke semua Polsek. Selain itu da’i juga diberikan atribut tertentu.

Dari rutinitas tugas dan kerja kerasnya selama ini, Pak Diar diapresiasi oleh Kabag SDM dan Kabidkum Polda Jatim, yang memberitahukan bahwa dirinya pantas diajukan untuk menerima penghargaan dari Polri. Setelah ada kepastian sebagai calon penerima penghargaan dan melengkapi data pribadinya, pengurus PP IKA-UA ini melapor ke Rektor UNAIR bahwa sebagai sivitas UNAIR, ia diapresiasi oleh Polri untuk menerima penghargaan ini.

Jadilah Pak Pri, sapaan lainnya, menerima Piagam Penghargaan itu dalam upacara HUT Bhayangkara ke-72 di Lapangan Polda Jatim dengan Inspektur Upacara Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo. HUT Bhayangkara itu seharusnya pada 1 Juli, namun karena saat itu bersamaan dengan Pilkada serentak, maka se-Indonesia upacaranya ditunda secara serentak pula pada 11 Juli 2018.

”Alhamdulillah PIN yang untuk saya itu atas nama dari Polda Jatim. Sedang satu PIN lagi dari Kapolri,” kata H.M Pribadi Arqam yang hingga saat ini memangku amanah sebagai Ketua Dewan Pembina Tarbiyah Islamiyah Jatim dan Dewan Pakar Tarbiyah Pusat.

Ditanya kesannya setelah menerima penghargaan dimana tidak banyak orang lain bisa meraihnya? Pak Diar mengucap sekali lagi rasa syukurnya bahwa semua itu semata karena Ridlo Allah. Disyukurinya pula bahwa piagam ini diterimakan kepada seorang alumni/pengurus IKA-UNAIR atas aktivitas non-formalnya dengan jajaran Polda Jatim dan kegiatan kemanusiaannya.

”Saya bersyukur sebagai satu-satunya orang sipil yang menerima penghargaan di Hari Bhayangkara 2018 di Jatim. Ini bagian dari karomah Allah, amanah luar biasa yang tidak bisa dijadikan sombong-sombongan. Justru momentum ini memotivasi saya untuk menjaga hubungan lebih baik lagi dengan Polri, tetap terus melanjutkan apapun yang bisa saya lakukan,” kata alumni program PAAP (Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan) angkatan ’79 ini, atau setahun sebelum masuk FE UNAIR.

Setelah benar-benar menggenggam piagam penghargaan dan “PIN Bintang 2” ini, ia juga melaporkan hal ini kepada pimpinan UNAIR. Saat itu juga disaksikan pejabat Senat Universitas, pimpinan UNAIR yang lain, termasuk Ketua PIH (Pusat Informasi dan Humas).

”Alhamdulillah, pimpinan juga mengapresiasi sangat baik. Mudah-mudahan sebagai salah seorang alumni UNAIR saya bisa memberi sesuatu (goodwill-Red) kepada almamater. Setidaknya memberikan cermin baru yang baik kepada kelima anak saya, mudah-mudahan menjadi cermin baik untuk kehidupan mereka,” tambah Pak Diar, pria yang tak pernah lepas dari songkok ini. ”Selamat, Ndan”. (*)

 Penulis : Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone