PKL di Bojonegoro, Mahasiswa FKM Sosialisasikan Atasi Gizi Buruk

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Pembekalan mahasiswa FKM terhadap ibu balita di Desa Cengkir Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Berdasarkan data gizi Pemerintah Kabupaten Bojonegoto tahun 2014, terdapat sekitar 34 balita (bayi lima tahun) dari total 85.561 balita yang terdampak gizi buruk. Salah satu daerah yang mempunyai tingkat gizi buruk tinggi adalah Kecamatan Baureno dan Kecamatan Kepohbaru. Untuk mengatasi bertambahnya jumlah balita gizi buruk di daerah tersebut, mahasiswa semester 7 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Mahasiswa FKM dipandu dr. M. Farid Dimjati Lusno., M.KL sebagai dosen pembimbing mengadakan PKL bersama 200 mahasiswa. Mereka terbagi menjadi 15 kelompok. Dari ke-15 kelompok tersebut, 10 kelompok di antaranya melaksanakan PKL di Kecamatan Kepohabaru, dan sisanya berada di Kecamatan Baureno.

Maulana Satria Aji Mahasiswa FKM UNAIR angkatan 2015 menjelaskan bahwa setiap kelompok terdiri dari 14 mahasiswa dengan agenda program yang berbeda-beda. Sebagai contoh, kelompoknya dengan nama Gerakan Berantas Gizi Kurang (Gebrak) yang ditempatkan di Desa Cengkir Kecamatan Kepohbaru. Kegiatan yang ia dan tim dilakukan berjalan sejak 3 Juli – 9 Agustus.

Maulana mengatakan, sebelum melakukan kegiatan, kelompoknya melakukan analisis terlebih dahulu untuk pembuatan program selama kurang lebih seminggu. Analisis tersebut antara lain tentang gizi seimbang pada balita, kebutuhan gizi, angka kecukupan gizi, gangguan gizi, dampak malnutrisi, hingga membuat suatu variasi menu makanan pada balita untuk mencegah gizi buruk.

Berfoto bersama setelah kegiatan sosialisasi ke kader gizi Desa Cengkir Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. (Dok. Pribadi)

“Tanggal 20 Juli kita melakukan pembekalan ke kader gizi Desa Cengkir sekaligus pembacaan pernyataan komitmen kader untuk melakukan kegiatan preventif mencegah gizi kurang di Desa Cengkir,” terang Maulana.

Lebih lanjut, mahasiswa yang saat ini menjadi Menteri Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR 2018 tersebut menjelaskan, tanggal 22 Juli lalu kader melakukan sosialisasi dari hasil pembekalan yang telah dilakukan kepada ibu yang memiliki balita dengan status gizi kurang. Sabtu (28/7) lalu, ada kreasi menu sehat untuk membekali ibu-ibu balita terkait masalah gizi.

Mengenai jenis kreasi menu sehat yang dibuat, tim membuat bakso sayur, bola-bola mie brokoli, omelet hijau, dan nasi ayam jamur. Semua kreasi menu makanan tersebut terbuat dari sayuran seperti bayam, wortel, brokoli, dan jamur.

PKL yang dilakukan ini diharapkan dapat berdampak untuk masyarakat Desa Cengkir, terutama ibu balita untuk memberikan variasi menu terhadap balita. Selain itu, PKL diharapkan menambah wawasan serta ilmu para ibu dalam bidang gizi.

Sementara untuk mahasiswa, diharapkan dapat melakukan implementasi ilmu yang dilakukan selama kuliah. Selain itu, mahasiswa dapat belajar tentang arti keikhlasan untuk menebar manfaat kepada masyarakat.

“Dari PKL kami diajari untuk ikhlas dalam bermasyarakat. Dan seharusnya tidak hanya anak Kesehatan Masyarakat (FKM, Red) yang memiliki PKL pengmas. Namun kalau bisa fakultas di UNAIR juga melakukan selain keikutsertaan dalam KKN (Kuliah Kerja Nyata, Red). Karena memintarkan masyarakat termasuk dalam pengabdian sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar mahasiswa yang gemar melakukan pengmas itu. (*)

Penulis : Fariz Ilham Rosyidi

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu