Woro Andini: Penerima Bidikmisi 2018 UNAIR dari Merauke, Papua

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DIAJENG Woro Andini (kiri) saat diwawancarai UNAIR NEWS di Airlangga Convention Center (ACC) pada Senin siang (23/7). (Foto: Umar Fanani)
DIAJENG Woro Andini (kiri) bersama kakak sepupunya saat diwawancarai UNAIR NEWS di Airlangga Convention Center (ACC) pada Senin siang (23/7). (Foto: Umar Fanani)

UNAIR NEWS – Senyumnya tampak saat UNAIR NEWS menemuinya di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C Universitas Airlangga Senin siang (23/7). Sesekali tangannya menutupi wajahnya karena tersenyum haru saat UNAIR NEWS mengulang kisah kesuksesannya masuk UNAIR. Tepatnya pada sela acara Penyambutan Mahasiswa Bidikmisi Jalur SNMPTN & SBMPTN 2018 UNAIR.

Namanya Diajeng Woro Andini. Perempuan kelahiran Merauke, 10 Februari 2001, itu merupakan mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi dari Bumi Cendrawasih, tepatnya Merauke, Papua. Andini diterima di program studi hukum fakultas hukum melalui jalur SNMPTN 2018.

”Perasaannya sangat senang, bangga, diterima di UNAIR,” ujarnya.

Andini mengungkapkan, pramugari sempat menjadi cita-citanya semasa kecil. Hal itu turut mengiringi kisah pilihannya untuk mendaftar ke UNAIR. Namun, ibunya tak cukup memberikan Andini alasan untuk fokus pada profesi pramugari.

”Ibu tidak menginjinkan jadi pramugari,” ucapnya.

Lantas, Ibu Andini memberikan dua opsi lainnya. Yakni, antara menjadi pengacara dan polisi wanita (polwan). Atas pilihan tersebut, Andini sempat merasa bimbang.

”Akhirnya, saya renungkan dan memikirkannya kembali. Saya memilih menjadi pengacara,” katanya.

”Karena itu, saya memilih mendaftar ke UNAIR jurusan hukum,” tambahnya.

Andini menceritakan, saat pendaftaran SNMPTN, gurunya sempat mempertanyakan keputusan memilih UNAIR dalam SNMPTN. Sebab, menurut gurunya, pilihan itu cukup berisiko, masuk UNAIR tidak mudah.

”Sempat pula ragu dengan pilihan ini,” katanya.

”Akhirnya, saya tetap bersikukuh. Dan, saya merasa harus mencoba dulu untuk dapat melihat hasilnya. Kalau tidak diterima, berati memang bukan jalannya untuk menimba ilmu di UNAIR,” imbuhnya.

Saat SNMPTN akhirnya diumumkan, ada perasaan tak percaya kala Andini mengecek hasilnya. Diulanginya pengisian nomor peserta dalam laman pengumuman tersebut. Meski, saat akan membuka pengumuman, Andini dipenuhi perasaan yakin bakal diterima.

”Saya kaget. Ternyata saya diterima di UNAIR di prodi Hukum. Rasanya itu campur aduk antara senang dan tidak percaya bisa diterima di UNAIR,” ungkapnya.

Andini akhirnya memang diterima di UNAIR. Sehari setelah itu, dia ke sekolah dan mengabarkan hasil tersebut.

”Guru saya juga sangat kaget dan merasa tidak percaya kalau bisa diterima,” ucapnya.

Prestasi Andini saat SMA, berhasil mendapatkan nilai UNBK tertinggi kedua, menjadi salah satu kunci raihan tersebut. Selain itu, dia tekun dan rajin belajar. Andini menanamkan kepada dirinya bahwa mampu. Yang paling penting, tutur dia, adalah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kepada teman yang lain, Andini berpesan meyakini segenap kemampuan dan kekuatan yang dimiliki. Kesuksesan tidak akan datang kepada mereka yang hanya menunggu. Kesuksesan datang kepada mereka yang berusaha dan berbuat sesuatu.

”Hal mudah akan terasa sulit jika yang pertama muncul di pikiran kita adalah kata sulit. Terus berusaha meski dengan berbagai keterbatasan, tak lupa berdoa kepada Tuhan,” tuturnya. (*)

 

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu