Penyuluhan Pengobatan Alternatif untuk Kurangi Konsumsi Obat-obatan Kimia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Dr. Ir. Suhariningsih dan dr. Ario Imandiri, SpAk., memberikan penyuluhan ke warga tentang Pemanfaatan Pengobatan Alternatif dengan Akupresur. (Foto: Fariz Ilham Rosyidi)

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa (HIMA) D3 dan D4 Pengobatan Tradisional (Battra) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga mengadakan kegiatan bakti sosial penyuluhan manfaat pengobatan alternatif. Bakti sosial dilaksanakan di Yayasan Masjid Hidayatullah, Jl. Bratang Wetan Gang 2, No. 2, Surabaya, Minggu (22/7). Penyuluhan itu seperti akupuntur, akupresur, pijat, herbal, dan nutrisi.

Kali ini, penyuluhan ditujukan untuk masyarakat, terutama lanjut usia (lansia). Penanggungjawab bakti sosial dr. Ario Imandiri, SpAk., mengatakan, saat lansia, beragam penyakit mulai muncul dan membutuhkan obat-obatan kimia sebagai cara penyembuhan. Teknik pengobatan tradisional akupuntur dapat meminimalisir resiko penyakit dan mengurangi pengobatan menggunakan bahan kimia.

“Terlalu banyak konsumsi obat kimia itu berbahaya, karena mengandung efek samping. Apalagi jika dikonsumsi oleh lansia,” papar dr. Ario.

Program pengabdian ini didanai Program Kemitraan Masyarakat 2018 dari Menristek-Dikti dengan menggandeng Program Studi Battra UNAIR. Sasaran program adalah untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah, seperti pekerja non-formal, buruh, dan pedagang. Karenanya, kegiatan ini tidak dipungut biaya atau gratis.

Dosen yang hobi membaca buku filosofi sosial itu berharap, adanya bakti sosial ini mengenalkan terapi tradisional yang aman untuk masyarakat, meningkatkan taraf kesehatan, serta yang terpenting bisa mengurangi konsumsi obat-obatan kimia.

Penyuluhan ini disampaikan oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Maya Septriana S.Si., Apt., M.Si, dr. Ario, dan Edith Frederika Puruhito S.K.M., M.Sc. yang sudah ahli dalam bidang pengobatan tradisional.

Dalam penyuluhan itu, Kepala Program Studi D4 Battra Prof. Dr. Ir. Suhariningsih turut memberikan materi akupresur. Tak hanya itu, usai penyuluhan dilakukan pengobatan langsung untuk warga sekitar.

Sebelumnya, pada Sabtu (21/7), baksi sosial juga dilakukan di tempat berbeda. Yakni di Dukuh Kupang, Surabaya. Acara bakti sosial ini akan dilaksanakan selama 6 minggu ke depan, yaitu tanggal 22 Juli, 29 Juli, 05, 12, 19, 26 Agustus 2018. (*)

Penulis : Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu