Mahasiswa KKN UNAIR Buat Program Bank Sampah Atasi Masalah Kebersihan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SOSIALISASI Bank Sampah oleh Mahasiswa KKN-BBM Tematik 58 Kelompok UMKM J. (Foto: Istimewa)
SOSIALISASI Bank Sampah oleh Mahasiswa KKN-BBM Tematik 58 Kelompok UMKM J. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – ­Manusia dalam melakukan aktivitas tentu tidak luput dari yang namanya sampah. Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Peran serta masyarakat dalam pengendalian memang sangat dibutuhkan. Namun, dalam merealisasikannya kadang terdapat beberapa kendala. Misalnya, yang dialami warga Kelurahan Airlangga, khususnya RT 7 RW 3.

“Sebenarnya dulu warga kami melakukan kegiatan mengumpulkan sampah-sampah organik. Yang nanti kami jual ke pengepul. Tapi, terkadang kami mengalami beberapa kendala seperti kesusahan mencari pengepul,” ujar Lilik selaku Ibu RT 7.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa KKN-BBM Tematik 58 Kelompok UMKM J berinisiatif membuat program kerja (proker) “Bank Sampah”. Yakni, media tempat pengumpulan sampah warga. Program Program tersebut ditujukan kepada Ibu-Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sekitar. Proker itu dibuka dengan sosialisasi mengenai bank sampah oleh Bank Sampah Induk Surabaya.

Dengan adanya Bank Sampah Induk Surabaya, para warga tidak perlu mencari pengepul lagi. Apalagi, Bank Sampah tersebut menawarkan beberapa metode pemberian uang hasil pengumpulan sampah yang dibagi menjadi dua. Salah satunya, cash atau digunakan untuk membayar listrik. Sebab, Bank Sampah Induk Surabaya didukung Perusahaan Listrik Negara (PLN) Peduli.

“Ketika para mahasiswa KKN menawarkan sosialiasi tersebut, kami semangat dan sangat antusias. Kami sungguh berterima kasih karena sudah menghubungkan kami dengan Bank sampah Induk Surabaya,” tuturnya.

Meski nanti para mahasiswa KKN sudah tidak berada di sana. Namun, proker itu diharapkan dapat terus berlanjut karena memiliki berbagai manfaat. Salah satunya, menjadikan lingkungan lebih bersih dan menguntungkan warga dari segi ekonomi.

“Kami berharap bila kegiatan KKN ini telah selesai para warga RT 7, RW 3, Kecamatan Gubeng, Kelurahan Airlangga, tetap semangat untuk mengelola sampah organik dengan Bank Sampah Induk Surabaya. Dan, kami harap proker ini juga diikuti warga lainnya,” ungkap Izaz Al’amin, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

 

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu