: SESI foto bersama seusai kegiatan EGD (Ekis Give Donation) oleh mahasiswa program studi Ekonomi Islam (Ekis) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga. (Foto: Istimewa)
: SESI foto bersama seusai kegiatan EGD (Ekis Give Donation) oleh mahasiswa program studi Ekonomi Islam (Ekis) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Program pengabdian program studi Ekonomi Islam (Ekis) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) tahun ini menyasar dua panti. Program tersebut terwujud melalui Ekis Give Donation (EGD). Yakni, salah satu acara tahunan Himpunan Mahasiswa Ekis UNAIR.

EGD menjadi acara yang berkelanjutan. Kini EGD memasuki tahun ketiga. Acara EGD telah berlangsung mulai Mie sampai September. EDG dilaksanakan di Panti Al Mahbubiyah dan Al Kahfi.

”Tahun ini EGD mengangkat tema entrepreneur. Sebab, Panti Al Mahbubiyah sudah memiliki usaha seperti Mr. Jac. Dan, di Panti Al Kahfi, diberi edukasi bidang akademik dan non-akademik,” ujar Dian Ayu selaku panitia EGD 2018.

Visi dari EGD adalah pengabdian masyarakat melalui kegiatan berbagi kepada orang yang membutuhkan. Itu dilakukan sebagai wujud rasa kepedulian mahasiswa Ekis terhadap sesama muslim sekaligus mendakwahkan ekonomi Islam. Sementara itu, misi kegiatan EGD melalui pengadaan serangkaian acara yang berkelanjutan dan bermanfaat. Dengan begitu, timbul rasa kepedulian.

EGD di Panti Al Mahbubiyah diikuti 27 anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap minggu selama dua bulan, Mei dan Juni. Yakni, dengan mengajak sharing ilmu dan pengalaman antar-sesama. Turut hadir mahasiswa yang memiliki usaha pribadi sebagai pembina.

Di sisi lain, Di Panti Al Kahfi, EGD diikuti 50 anak. Kegiatannya juga dilaksankan setiap minggu selama dua bulan, Juli dan Agustus. Dalam EGD, mereka berbagi ilmu dan pengalaman yang mengarah pada hal akademik dan non-akademik. Termasuk diberikan game edukasi. Dan, dalam acara puncak pada September, panti-panti tersebut diundang ke Kampus B UNAIR.

“Kakak ke sininya pagi saja, jangan malam biar lama,” ungkap, salah seorang anak di panti.

“Senang bisa berkecimpung dalam EGD. Sebab, acara ini sangat bermanfaat dan melatih untuk lebih bersyukur, sabar, dan istiqomah. Di luar sana, banyak anak yang kurang beruntung dengan kehidupanya dibanding kita dengan segala keterbatasannya. Jadi, yang dipikirkan hanya bersyukur masih diberikan Allah lebih baik dari mereka,” imbuhnya. (*)

Penulis: Rolista Dwi Oktavia

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone