petambak
INILAH inovasi mahasiswa UNAIR berupa alat deteksi kadar H2S yang diberi nama “i-Turbul”. (Foto: Tim PKM-KC)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Kematian massal udang tentu meresahkan petambak, karena akan menyumbang kerugian yang besar. Salah satunya disebabkan oleh meningkatnya kadar H2S. Terlebih pada saat musim hujan, kadar H2S dapat meningkat pesat akibat terjadinya turbulensi perairan.

“Karena saat hujan, bahan-bahan organik yang berada di dasar perairan akan teroksidasi dan akibatnya membentu H2S yang berlebih,” kata Angga Bagus Prasetyo, mahasiswa Universitas Airlangga, ketua tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC).

Guna mengatasi masalah tersebut, tim PKM-KC UNAIR yang juga beranggotakan Ainur Dwiky Setyawan dan Gita Istiqfarrani, dibawah bimbingan Franky Chandra Satria Arisgraha, ST., MT., staf pengajar di UNAIR membuat inovasi berupa alat deteksi kadar H2S. Alat tersebut diberi nama  yang diberi nama “i-Turbul”. Alat ini dapat mendeteksi kadar H2S di perairan tambak udang intensif dan memberikan informasi apabila kadarnya sudah diambang batas.

“Saat kadar H2S sudah diambang batas, yaitu 1 ppm, maka i-Turbul akan langsung mengirim informasi kepada petambang melalui SMS (real timei). Sehingga petambak dapat segera memberikan treatment agar kadar H2S kembali normal,” kata Angga, Ketua Tim PKM-KC ini.

i-Turbul adalah inovasi modern yang mudah, murah, dan estetik. Desainnya disesuaikan dengan lingkungan pemanfaatannya. Alat ini nantinya akan dilengkapi dengan menggunakan kapal agar lebih estetik. Sehingga selain ada manfaatnyajuga ada estetikanya.

“Harapan kami, dengan adanya i-Turbul ini dapat meminimalisir kerugian para petambak udang karena adanya kematian massal. Jadi, i-Turbul ini berpotensi dalam mendukung perkembangan ekonomi di Indonesia,” tambah Gita Istiqfarrani, anggota tim lainnya.

Manfaat besar yang diberikan i-Turbul ini, mengantarkan kreator penciptanya, kelompok PKM-KC ini lolos seleksi dan memperoleh dana hibah dari Kemenristekdikti dalam program PKM tahun anggaran 2018. (*)

Editor: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone