MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga Kelompok UMKM N Kecamatan Gubeng mempraktikkan pembuatan makanan sehat kepada ibu-ibu PKK di wilayah Jojoran. (Foto: Istimewa)
MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga Kelompok UMKM N Kecamatan Gubeng mempraktikkan pembuatan makanan sehat kepada ibu-ibu PKK di wilayah Jojoran. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Berbicara mengenai balita, tentu akan ada hal yang lebih esensial dibanding orang dewasa pada umumnya. Sebagaimana yang sering berkembang di masyarakat, masa balita sering disebut sebagai periode emas. Sebab, pada periode 0–5 tahun, terjadi peningkatan yang pesat pada pertumbuhan dan perkembangan balita.

Hal itu dipengaruhi beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Seperti yang dikutip dari nutriclub, faktor internal meliputi jenis kelamin, perbedaan ras, usia, genetik, dan kromosom. Selanjutnya, faktor eksternal meliputi keadaan lingkungan sosial, ekonomi, nutrisi, serta stimulasi psikologis.

Terkait dengan itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga Kelompok UMKM N Kecamatan Gubeng menaruh perhatian pada balita. Sejumlah program diarahkan pada permasalahan balita. Salah satunya soal penyediaan makanan sehat.

Perhatian pada balita tersebut juga didasarkan pada penelitian oleh tim sebelum diterjunkan. Menurut Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Rukun Warga (RW) 12 Rudhiyah, Kawasan Jojoran, Gubeng, memang banyak balita. Karena itu, perhatian pada balita itu dirasa cocok.

”Jumlah balita di Jojoran cukup banyak. Ditambah lagi banyak jajanan yang saat ini ada tidak semuanya sehat,” ujar Rudhiyah.

Tim menyelenggarakan program kerja (proker) “Hidup Kreatif dan Produktif”. Proker itu dikemas dengan kegiatan demo masak makanan enak dan sehat. Bukan hanya itu, analisis kandungan gizi juga dilakukan guna memberikan pengetahuan baru bagi warga.

Ketua Kelompok KKN M Alif menyampaikan, tim berupaya menelusuri kebutuhan warga. Sebab, fasilitas di Surabaya sudah memadai. Baik akses maupun teknologi penunjang.

“Kita di sini berusaha mencari apa yang dibutuhkan warga. Kami berusaha membuat program yang memang bisa mudah dipahami. Dengan praktik, kita percaya bahwa informasinya akan lebih mudah diterima,” sebutnya.

Pelaksanaan proker pada (12/7) tersebut bekerja sama dengan ibu-ibu PKK Rukun Tetangga (RT) 4 RW 12 Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng. Ade Putrina, mahasiswa alih jenis dari keperawatan, menjadi pemateri praktik.

Bermodal pengalaman sebagai ibu rumah tangga, Ade melakukan demo masak risoles mayo serta egg rollEgg roll itu menggunakan bahan-bahan yang aman serta tanpa pengawet. Selain itu, sosialisasi kebutuhan dan analisis gizi oleh Ni Nyoman Trisna, mahasiswa Fakultas Kedokteran, kian membuat ibu-ibu PKK bersemangat mengikuti kegiatan.

“Selain berfokus pada takaran-takaran bahan makanan sehat, pengetahuan ini bisa dimanfaatkan sebagai inspirasi untuk berjualan,” kata Alif. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone