SERAH terima cenderamata oleh civitas akademika UiTM dengan Pengurus Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng, Jombang, bersama Civitas Akademika UNAIR. (Foto: Agung Putra R.)
SESI foto bersama seusai serah terima cenderamata oleh civitas akademika UiTM dengan Pengurus Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng, Jombang, bersama Civitas Akademika UNAIR. (Foto: Agung Putra R.)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Civitas Akademika Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia mengadakan kunjungan ke SMP Al-Furqon, Pondok Pesantren (Ponpes) Madrasatul Qur’an Tebuireng, Jombang, pada Selasa (17/7). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai kelanjutan dari kegiatan Internasional Conference On Student Development and  Leadership Malaysia–Indonesia (ICOSDEL MALINDO 18) pada Senin (16/7).

Ketua Panitia Kunjungan Davin Azzaria Rianda menyampaikan, Ponpes Madrasatul Qur’an dipilih karena ciri khas santri ponpes dalam menghafal Qur’an menggunakan metode Integrated, Listening, Hand, Attitude, and Magic (ILHAM). Metode itu menggabungkan berbagai kecerdasan dalam tubuh manusia. Yakni, kecerdasan linguistik, mathematic, kinestetik, intrapersonal, dan audio visual.

Jadi, dengan kunjungan tersebut, diharapkan mahasiswa UNAIR dan UiTM menjadi tahu. Juga, bisa menghafal Qur’an dengan cepat menggunakan metode ILHAM.

”Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an ini dikhususkan untuk menghafal Qur’an. Hal yang menarik adalah metode pengajarannya. Yakni, dengan metode ILHAM yang dirasa lebih mudah dan cepat,” ungkap mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR angkatan 2016 itu.

Davin menambahkan, selain ikut belajar metode hafal Qur’an, mahasiswa dari UNAIR dan UiTM berinteraksi langsung dengan para santri di sana. Peserta kunjungan dibagi menjadi delapan kelompok. Mereka ditugasi untuk mengisi acara di kelas dengan games, ice breaking, bertukar cerita, dan pemberian hadiah untuk dua anak di setiap kelas.

Sementara itu, M. Zidan Romadhon, santri asal Kepulauan Riau yang kini kelas III SMP Al-Furqon mengaku senang dengan kunjungan tersebut. Terlebih, dia bisa bermain bersama dengan kakak-kakak dari Malaysia. Zidan mengakui, sebelum-sebelumnya tidak begitu banyak kunjungan yang langsung berinteraksi dengan para santri.

“Seru. Dapat pembelajaran dan makan gratis,” ucap Zidan, lantas tertawa.

Selain itu, Nurul Syahiera binti Mohd Adzhar, mahasiswa dari UiTM, merasa terkesan dengan antusiasme para santri. Terutama ketika berinteraksi dengan dirinya dan teman-temannya

Student-student tahfidz itu sendiri sangat supportive, which is dia orang ikut setiap activity yang kita buat. Kebetulan kelas tadi kelas Inggris. Dan, walau mereka belajar tahfidz Qur’an, tapi Inggris-nya, subjek-subjeknya matematik, sains, lainnya juga dipraktikkan. Dan, dia orang tak tinggal jugalah,” tutur mahasiswa UiTM yang tengah menempuh semester IV jurusan hukum bangunan (arsitektur) tersebut.

Selain itu, Syahiera berpesan para mahasiswa sering-sering mengikuti kegiatan seperti itu. Dengan begitu, mereka dapat berkenalan dengan orang luar sehingga dapat belajar mengenai outreach program dan conference.

Sebab, banyak sekali topik-topik yang dapat dipelajari dalam kegiatan tersebut. Juga, untuk mengasah skill.

”Sebab, banyak mahasiswa yang tidak berani tampil di depan umum untuk berbicara dan berinteraksi dengan orang luar,” ujarnya. (*)

 

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone