pulau kelor
IBU Ketua RT Perumahan Puri Bwawijaya di Banyuwangi disaksikan para undangan melakukan pengguntingan pita dalam peresmian “Sentra Usaha Kelor” di komplek perumahannya. (Foto: Tim PKMM)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM) Universitas Airlangga dengan tema “KELOR” meluncurkan Grand Launching Sentra Usaha Pulo Kelor, hari Sabtu (14/7) lalu.

Perlu diketahui bahwa manfaat kandungan gizi yang ada pada  daun kelor bagi tubuh manusia, sangat banyak. Akan tetapi masih sedikit orang yang memanfaatkan daun kelor tersebut sebagai sebuah produk makanan.

Tepatnya di Perumahan Puri Brawijaya Permai, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, terdapat “Pulo Kelor”. Mendapatkan julukan Pulo Kelor dikarenakan terdapat banyak tumbuhan daun kelor yang dibudayakan disana, serta lokasi perumahan yang diapit oleh sungai.

Dengan kondisi banyaknya tumbuhan kelor yang ada, warga “Pulo Kelor” tidak memiliki inovasi  untuk mengolah daun kelor tersebut menjadi olahan bermanfaat. Bahkan sampai ada pihak dari luar yang ikut mengambil (memetik) dan membeli daun kelor tersebut. Apabila warga “Pulo Kelor” mau mengolah daun kelor tersebut menjadi produk, maka produk tersebut akan mampu meningkatkan perekonomiannya.

Dibawah bimbingan Dian Santoprayoga, S.KM., M.Kes., dosen FKM UNAIR Banyuwangi, tim PKM-M yang tediri dari Ayu fitri lestari, Intan puspita Sari, Intan Ayu Kusuma Wardani, Rahmasuciani Putri dan Meirna Mega Rizki dari prodi Kesehatan Masyarakat PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi, berhasil lolos pandaan Dikti tahun 2018 dalam program PKM. Judul karya mereka adalah ”KELOR Kelas Enterpreneurship Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Branding Pulo  Kelor untuk Meningkatkan Perekonomian Warga”.

pulau kelor
PARA undangan, pengurus RT, perwakilan Dinas di Pemkab banyuwangi, mahasiswa UNAIR dan dosen pembimbing PKM, hadir dalam peresmian “Sentra Usaha Kelor” di “Pulau Kelor” Banyuwangi. Berikut display produk yang dibikin dengan bahan daun kelor. (Foto: Tim PKMM)

“Program ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu di ‘Pulo Kelor’ dalam membuat produk olahan dari daun kelor. Kami memiliki inovasi untuk membuat tiga produk, yaitu kerupuk, pia dan brownis,” ujar Intan Puspita Sari, ketua tim PKMM tersebut.

Tahapan program yang telah dilakukan berupa pendekatan pada sasaran, pemilihan kader dengan musyawarah bersama, penyuluhan akan pentingnya kandungan daun kelor untuk tubuh manusia, pendampingan pembuatan produk olahan, penyuluhan mengenai kewirausahaan, sampai membantu grand launching produk.

Adanya dalam kegiatan ini, ibu-ibu juga memiliki inovasi lebih mengenai produk olahan kelor, yang awalnya hanya tiga produk, kini berhasil mengembangkan menjadi sembilan produk. Produk tersebut antara lain pia, kerupuk, brownis, salad kelor, siomay, nugget, cilot, peyek dan seblak kelor.

”Tidak hanya ibu-ibu yang termotivasi membuat produk, para remaja juga terinovasi untuk membuat produk juga. Dengan adanya inovasi untuk mempromosikan produk ke media sosial ibu-ibu Pulo Kelor mendapatkan pesanan 30 kg kerupuk,” ujar Ayu Fitri Lestari, anggota tim PKM ini.

Pada kesempatan sama, Intan menambahkan, “Setelah tahap demi tahap telah kita lalui, kami juga membantu ibu-ibu di Pulo Kelor melakukan grand launching produk yang diadakan 14 Juli 2018.”

Grand Launching tersebut dihadiri beberapa instansi, antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, Dinas Upaya Pemberdayaan Perempuan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta pengusaha kelor di Banyuwangi serta warga Pulo Kelor. Acaranya dibuka oleh Ketua RT setempat, dilanjutkan sambutan dosen pembimbing PKM dan kader, juga dari salah satu instansi yang diwakili Dinas Lingkungan Hidup.

Sentra usaha tersebut disahkan dengan potong pita oleh kader, Ketua RT , dosen pembimbing, serta perwakilan dinas. Keberhasilan yang diraih adalah usai grand launching produk ini menarik perhatian dari sentra oleh-oleh di Banyuwangi, sehingga produk krupuknya bisa terjualnya 30 kg sekaligus.

Keberlanjutan program ini adalah menggencarkan promosi produk, terjalinnya kerjasama dengan dinas serta bisa memudahkan dalam upaya pengembangan sentra usaha, melakukan PIRT produk. Kemudian yang paling penting adalah semakin berkembangnya dan dikenalnya sentra usaha produk olahan daun kelor, tidak hanya dikenal warga setempat bahkan warga Banyuwangi dan turus asing. (*)

Penulis : Siti Mufaidah

Editor : Bambang Bes.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone