KuJar
Suasana KuJar yang dilakukan oleh tim KKN-BBM UNAIR di Kelurahan Airlangga. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Memasuki era globalisasi seperti saat ini, bahasa Inggris menjadi salah salah satu bahasa internasinal yang sangat penting untuk dipelajari. Tentu saja hal tersebut menjadi tantangan yang nyata bagi banyak orang, terutama pada generasi muda saat ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa pembelajaran bahasa Inggris yang diterapkan sejak dini dapat membuat anak-anak semakin aktif dan terbiasa dalam penggunaaan bahasa Inggris pada kehidupan sehari-hari.

Proses pembelajaran bahasa Inggris tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah saja, harus ada kegiatan penunjang lainnya yang diterapkan di luar lingkungan sekolah, misalnya mengikuti kursus bahasa Inggris. Namun, tidak semua orang khususnya anak-anak berada pada kondisi ekonomi yang memadai.

Melihat ada kondisi tersebut, mahasiswa KKN-BBM Tematik Kelompok UMKM J Kecamatan Gubeng di Kelurahan Airlangga, berinisiatif menyelenggarakan program kerja (proker) yang bernama “KuJar” (Kumpul dan Belajar).

“Dinamakan Kujar karena metode pembelajaran yang kami gunakan adalah kumpul ceria sambil belajar. Dengan seperti itu anak-anak di RT 07 RW 03, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng,  menjadi lebih aktif dan tidak bosan dalam belajar,” tutur M. Alfathan selaku ketua kelompok.

Proker yang diadakan pada (13/7) itu bekerja sama dengan Ibu-Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Rukun Tetangga RT 07 RW 03, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng.

“Kami berusaha mengajarkan anak-anak sekitar untuk belajar bahasa inggris dengan metode yang menyenangkan, dengan harapan proker KuJar ini menjadi batu loncatan bagi anak-anak untuk lebih semangat belajar bahasa inggris. Apalagi mengingat lokasi Universitas Airlangga yang sanga dekat dengan lokasi KKN kami, maka kami berharap ilmu-ilmu yang ada di UNAIR tersebar kepada warga sekitar,” ujarnya.

Materi bahasa Inggris yang diajarkan pun berbeda-beda lantaran banyak peminat. Mulai dari anak kelas satu Sekolah Dasar (SD) hingga kelas enam.

“Sehingga pembelajarannya dibagi perkelompok sesuai dengan kelasnya masing-masing, dimana tiap kelompok didampingi 2 mahasiswa sebagai pendamping. Proker ini juga tidak luput dari inisiatif ibu-ibu PKK yang rata-rata mempunyai anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar,” terang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.

Pada awalnya, proker KuJar hanya diterapkan dua kali dalam satu minggu. Namun, respon yang positif dari para orang tua dan peserta jadwal KuJar menjadi tiga kali dalam satu minggu.

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone