monev PKM
SUASANA pembukaan Monitoring dan Evaluasi PKM 5 Bidang tahun 2018, di Universitas Airlangga, 18-19 Juli 2018. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kreativitas Mahasiswa 5 (lima) Bidang Tahun 2018 di Universitas Airlangga, dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM., di Lt-III Gedung Kahuripan, UNAIR kampus C, Rabu (18/7). Monev atas gelaran acara yang diselenggarakan oleh Ditjen Belmawa Ristekdikti ini berlangsung dua hari hingga Kamis (19/7).

Hadir dalam pembukaan Monev PKM 2018 itu adalah para reviewer yang ditugaskan Ditjen Belmawa, yaitu Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, MS (Universitas Udayana), Erika Takidah, SE., M.Si (Universitas Negeri Jakarta) dan Dra. Titiana Irawani, M.Sn dan Soewardi, M.Sn., keduanya dari Istitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Selain itu juga Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Shubhan, SH., MH., CN.

Dalam Monev eskternal tersebut keempat reviewer akan mengevaluasi sebanyak 134 proposal PKM yang didanai Kemenristekdikti asal sembilan perguruan tinggi. Proposal PKM tersebut, antara lain 110 dari mahasiswa UNAIR, sembilan dari mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM), empat naskah dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, empat naskah dari Universitas Islam Madura, dua dari mahasiswa Universitas Wiraraja, dan masing-masing satu naskah dari Poltek Madura, STKIP PGRI Bangkalan, STKIP PGRI Sidoarjo, dan Universitas Madura.

Dalam sambutannya, Prof. Djoko Santoso mengatakan bahwa program PKM Kemenristekdikti ini merupakan program sangat mulia. Obyeknya diharapkan sebagai ikatan antar generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa dalam sebuah team work. Sebagai suatu sarana untuk mematangkan leadership melalui kompetisi edukatif.

monev PKM
DIANTARA peserta Monitoring dan Evaluasi PKM 2018 dari sepuluh perguruan tinggi, di UNAIR 18-19 Juli 2018. (Foto: Bambang Bes)

”Sehingga monev ini antara lain sebagai sebuah strategi seleksi dalam membangun calon pengganti pemimpin, baik pemimpin disini (perguruan tinggi – red) maupun di pemerintahan. Sehingga dalam monev ini bagaimana persiapan Anda ditantang untuk bisa melewati kaidah-kaidah ilmiah yang sudah ada standarnya,” kata Prof. Djoko, Guru Besar FK UNAIR itu.

Tantangan dan seleksi tersebut harus dilakukan karena kita akan menghadapi revolusi industri 4.0, sehingga sebagai bangsa juga ditantang untuk maju dan berkembang agar suatu saat nanti tidak kalah dengan kemajuan teknologi.

”Kalau dalam monev nanti ada yang tidak terpilih dan lolos ke PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional), itu bukan gagal, tetapi hanya tertunda saja. Sehingga tidak boleh jera, tetapi harus terus berinovasi dan berinovasi,” tandas Prof. Djoko Santoso.

Sementara itu mewakili reviewer, Prof. I Nyoman Sucipta mengatakan terima kasih kepada Universitas Airlangga yang dengan sepenuh hati menyediakan kesediaan untuk menjadi tuan rumah dan menerima tim PKM dari perguruan tinggi lain dengan layanan yang sangat baik.

Prof. Nyoman menyebut peserta PKM ini sebagai pejuang PIMNAS, sehingga secara kinerja juga sebagai calon atau kader-kader pemimpin dalam keberlangsungan bangsa dan negara.

”Anda merupakan mahasiswa terpilih yang sudah lolos sampai dengan tahap ini, jadi tinggal selangkah lagi menuju PIMNAS. Tinggal seberapa jauh output aplikasi, publikasi, dan kemungkinan hak patent dari inovasi Anda. Karena sesungguhnya ikhwal publikasi ilmiah ini menjadi harapan kita semua,” kata Prof. Nyoman, Guru Besar Universitas Udayana ini.

Pasca pembukaan, ke-134 tim PKM harus melakukan presentasi di hadapan reviewer. Untuk itu panitia, yang dibantu oleh tim Garuda Sakti mahasiswa UNAIR, telah membagi jadwal dan lokasi presentasi kepada peserta, hingga hari Kamis (19/7) ini. (*)

Penulis: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone