bakteri
PROSES Ekstraksi Bunga Bougenville yang dilakukan oleh mahasiswa UNAIR di Lab. PSDKU UNAIR di Banyuwangi. (Foto: Tim PKM-PE)
ShareShare on Facebook22Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Budidaya lele tergolong mudah dan banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Baik dari kalangan pembudidaya ikan yang hanya sekedar hobi hingga sector wiraswasta komersil yang memanfaatkannya untuk komuditas dagangan secara besar-besaran.

 

Namun perlu di waspadai, penyakit yang seringkali menginfeksi lele seperti penyakit borok atau yang dikenal dengan nama motile aeromonas septicemia (MAS) dapat mengganggu pertumbuhan ikan. Menyebabkan lele menjadi kembung, mengambang dan mengalami kematian. Maka perlu adanya pemanfaatan bahan-bahan alami, dalam hal ini bunga Bougenville.

Hal tersebut menarik perhatian tiga mahasiswa dari program studi Budidaya Perairan PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi, yaitu Rina Suliestyana, Diyas Kamila Alif, dan Ayu Nur Imaniy. Mereka mencoba mencari alternatif penyelesaian masalah tersebut dengan menyusun proposal PKM Penelitian Eksakta (PKM-PE).

Dibawah bimbingan Mohammad Faizal Ulkhaq, S.Pi., M.Si., staf pengajar UNAIR di Banyuwangi, penelian mereka yang berjudul ”Studi In Vivo Ekstrak Bougenville (Bougainvillea Glabra) Sebagai Anti Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Lele (Clarias Gariepinus)” berhasil lolos pendanaan dari Dikti dalam program PKM tahun 2018.

”Penyakit MAS dapat menginfeksi ikan lele dan juga dapat menyerang semua jenis ikan air tawar. Penyakit MAS diakibatkan terutama oleh Aeromonas hydrophila. Kematian ikan lele yang terinfeksi A. hydrophila dapat mencapai 100%. Pengobatan yang biasa digunakan adalah antibiotik,” tutur Rina Suliestyana, ketua PKM-PE ini.

Salah satu upaya dalam rangka mengatasi kejadian MAS yang dapat dilakukan adalah dengan pemanfaatan bahan alami yang memiliki khasiat tertentu sebagai obat tradisional.

Ditambahkan oleh Rina Suliestyana, ketua tim PKM tersebut, tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan senyawa antibakteri pada ekstrak bougenville dan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Bougenville terhadap nilai kelangsungan hidup ikan lele yang terinfeksi Aeromonas hydrophila.

Peneltian ini dilakukan selama lima bulan, yaitu mulai Maret hingga Juli 2018, berlokasi di ruang laboratorium PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Parameter yang diamati yaitu pertambahan berat, laju pertumbuhan, konversi pakan, dan tingkat kelulushidupan.

”Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji pemberian ekstrak Bougenfill sebagai anti bakteri Aeromonas hydrophila dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada ikan lele yang telah diberikan bakteri Aeromonas hydrophila. Sedang pemberian ekstrak bougenfill dengan konsentrasi 100% dinilai lebih efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri,” ujar Rina.

Dengan adanya penelitian mengenai antibakteri yang berasal dari tanaman Bougenville ini, kelak diharapkan dapat digunakan sebagai antibakteri alternatif yang mudah penggunaannya.

Kedepannya antibakteri ekstrak Bougenville yang sudah diaplikasikan pada kegiatan budidaya ini akan diajukan untuk mendapatkan hak paten, sehingga dapat diedarkan kepada masyarakat sebagai antibakteri alternatif yang lebih terjangkau harganya. (*)

Penulis : Siti Mufaidah

Editor : Bambang Bes

ShareShare on Facebook22Tweet about this on Twitter0Email this to someone