sampah
ECOBRICKS. Sampah botol plastik dimanfaatkan menjadi “ecobricks” setelah diisi dengan sampah plastik lain yang bisa dilipat. Setelah dirakit menjadi properti menjadi daya tarik tersendiri. (Foto: Tim PKMM)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sampah masih menjadi permasalahan utama di Indonesia. Meningkatnya volume sampah di Indonesia, tidak diimbangi dengan upaya 3R (reduce, reuse, recycle) yang baik dari masyarakat.

Terutama dalam permasalahan ini adalah sampah plastic, karena plastik merupakan bahan polimer yang sulit terurai secara alami oleh bakteri pengurai. Keberadaan sampah plastik di alam sangat berbahaya, lantaran menjadi faktor utama yang mengancam keseimbangan lingkungan.

Permasalahan volume sampah juga terjadi di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. Kelurahan Kedung Cowek berada di daerah pesisir pantai Kenjeran. Kebanyakan warga disana bermata pencaharian sebagai nelayan kerang yang rata-rata memiliki pendapatan kelas menegah ke bawah. Daerah pesisir menjadikan desa tersebut memiliki volume sampah plastik dari laut.

Melihat permasalahan yang terjadi, tim yang terdiri lima mahasiswa Universitas Airlangga melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) yaitu Azmy Mu’thia Hanum, Alifa Hawa Nur Rohmah, Iqlima Syahara, M. Habib Hidayatullah, Rahmat Adi Prasetyo, mengembangkan solusi untuk mengurangi volume sampah dengan metode ecobricks.

sampah
TIM PKMM Universitas Airlangga bersama mitra kerja dan masyarakat Kelurahan Kedung Cowek, seusai pelatihan pembuatan “ecobricks”. (Foto: Tim PKMM)

Dibawah bimbingan Corie Indria Prasasti S.KM., M.Kes., staf pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, proposal pengabdian Azmy Dkk berhasil lolos seleksi Dikti dan memperoleh dana pengembangan dari Kemenristekdikti dalam program PKM 2018.

Menurut Azmy Mu’thia, ketua tim PKMM ini, program pengabdian kepada masyarakat ini sudah dilaksanakan mulai bulan Maret 2018 hingga Juli 2018. Sasaran program ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang berada di Kelurahan Kedung Cowek, Kec. Bulak, Kota Surabaya.

Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisai pengelolaan sampah rumah tangga, pembuatan ecobricks dan perakitan menjadi properti. Setiap dua minggu dilakukan pemantauan dengan mengumpulkan ecobricks dari ibu-ibu.

Selain itu dalam pengumpulan sampah plastik tersebut kami bekerjasama dengan PT. Albea, yaitu pengelola limbah plastik yang tidak digunakan untuk dibuat sebagai bahan ecobricks.

Tujuan dari program pengabdian ini adalah dengan ecobricks maka akan dapat mengurangi volume sampah, karena dibuat dari sampah plastik yang dimampatkan di botol plastik.

Ecobricks dapat disusun menjadi bentuk suatu property, seperti kursi dan meja. Selain itu ecobricks juga dapat digunakan sebagai pengganti batu bata karena sifatnya yang keras,” kata Azmy Mu’thia Hanum. (*)

Editor: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).