BERSAMA perangkat Kelurahan Bulusan, tim PKL (praktik kerja lapangan) dari Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi menggali langsung masalah kesehatan dari para tokoh masyarakat. (Foto: Istimewa)
BERSAMA perangkat Kelurahan Bulusan, tim PKL (praktik kerja lapangan) dari Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi menggali langsung masalah kesehatan dari para tokoh masyarakat. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Di Banyuwangi, kesehatan masih menjadi problem yang kompleks hingga saat ini. Permasalahan yang sering muncul, salah satunya, kegagalan program intervensi, sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu sering terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan masyarakat dan implementasi program yang diterapkan.

Menanggapi problem tersebut, tim PKL (praktik kerja lapangan) dari Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi menggali langsung masalah kesehatan dari para tokoh masyarakat. Metode Nominal Group Technique (NGT) digunakan tim yang terdiri atas sepuluh mahasiswa itu. Penelususran problem tersebut digelar pada Minggu (8/7).

Cara itu dipilih karena penelusuran pada data instansi kesehatan (top-buttom) bukan menggali akar masalah langsung dari masyarakat (buttom-up). Karena itu, akar penyebab masalahnya sulit dideteksi. Akibatnya, program intervensi cenderung tidak tepat sasaran, bahkan berkemungkinan gagal.

Diketahui, tim PKL UNAIR melakukan penulusuran sekaligus pemecahannya selama 35 hari. Kegiatan tersebut terdiri atas identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, identifikasi penyebab, menyusun program intervensi, menerapkan program intervensi, serta melakukan monitoring dan evaluasi program.

“Saat ini kami masih dalam tahap identifikasi masalah,” ucap Aziz, salah seorang anggota tim.

”Dari kegiatan NGT itu, kami berharap bisa mendapatkan masalah kesehatan yang benar-benar bersumber dari masyarakat dan mewakili secara keseluruhan wilayah Kelurahan Bulusan. Selanjutnya, itu (hasil penelitian, Red) nanti dipadukan dengan data sekunder dari pihak puskesmas,” tambahnya.

Kegiatan NGT tersebut turut melibatkan seluruh ketua RT dan RW di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Kegiatan tersebut diadakan di Kantor Kelurahan Bulusan. Paparan soal kondisi kesehatan di Bulusan disampaikan perangkat desa.

“Dari kegiatan NGT ini, kami berhasil menemukan beberapa prioritas masalah. Di antaranya, penyakit stroke, ISPA (infeksi saluran pernapasan akut, Red) dan TB,” ungkap Wahyu Febriawan, salah seorang anggota kelompok PKL Bulusan. (*)

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

 

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone